Tangkal hoaks ala Pegiat Medsos Independen

Jakarta (ANTARA) – Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) menggelar deklarasi melawan penyebaran hoaks menjelang Pemilihan Umum 2019, serta mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya alias tidak golput.

Deklarasi itu dilakukan di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu,
dengan membubuhi tanda tangan di spanduk raksasa, oleh masyarakat yang juga bagian dari warganet aktif bermedia sosial.

Ketua FPMSI Hafyz Marsha menyampaikan tiga cara untuk melawan hoaks terkait Pemilu 2019 ini, yaitu:

1. Cerna

Hafyz Marsha meminta para warganet untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang diterima dari media sosial, tapi mencernanya kemudian memastikan kebenaran informasi itu.

“Ketika dapat informasi lewat aplikasi perpesanan, sebaiknya jangan langsung disebarkan. Kita cari dulu kebenarannya,” kata Hafyz.

Ia meminta warganet untuk mencari kebenaran melalui mesin pencarian seperti Google apakah informasi itu tersebut berasal dari sumber terpercaya, yang dibuktikan dengan pemberitaan di media-media terpercaya.

Baca juga: Jelang Pemilu, WhatsApp buka kanal lapor hoaks

2. Bertanya

Setelah mendapatkan pesan berantai, cobalah untuk bertanya dengan orang sekitar mengenai kebenaran informasi itu.

Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan bergabung dalam forum diskusi Anti-Hoaks yang banyak tersedia di media sosial Facebook. Melalui forum itu, Anda bisa bertanya dan berkontribusi kepada pengguna lain untuk mencari kebenaran sebuah informasi.

Baca juga: Kemenkominfo catat temuan hoaks meningkat jelang Pilpres

3. Jangan sebar

Jangan menyebar berita atau informasi yang belum teruji kebenarannya. Jika sudah mengetahui adanya pesan bermuatan hoaks, Anda harus berani mengatakan bahwa berita itu bohong kepada orang-orang sekeliling.

FPMSI juga mengajak masyarakat, terutama kaum muda, agar membantu orang tua dalam mengenal dan menyaring berita sehingga tidak terhasut hoaks.

Selain melawan hoaks, FPMSI juga mengajak pendukung gerakan ini agar menggunakan hak pilihnya.

“Sayang sekali, teman-teman yang sudah punya hak pilih tapi golput. Suara kita berarti untuk kemajuan Indonesia ke depannya,” kata Hafyz.

Baca juga: Pegiat Medsos Independen ajak masyarakat tolak Golput, lawan hoaks

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Netflix hapus fitur AirPlay di iOS

Jakarta (ANTARA) – Netflix menghapus fitur Airplay di perangkat iOS yang selama ini digunakan para pengguna untuk menyambungkan perangkat mereka ke televisi pintar agar dapat menyaksikan konten Netflix di layar yang lebih besar.

Laman bantuan Netflix untuk perangkat iPhone, iPad dan iPod Touch memuat peringatan berisi mereka tidak lagi mendukung untuk disambungkan lewat AirPlay.

“AirPlay tidak lagi mendukung untuk digunakan bersama Netflix karena keterbatasan teknis,” kata Netflix dalam laman tersebut.

Laman Slash Gear melaporkan banyak pengguna Netflix di iPhone dan iPad mengeluh tidak bisa menyambungkan aplikasi tersebut dengan AirPlay. Muncul pesan berbunyi “Cannot play title. Please try again later,” setiap kali mereka menghubungkan Netflix ke AirPlay.

Baca juga: Netflix akan mengadaptasi “One Hundred Years of Solitude”

Padahal, sambungan ini sudah tersedia sejak 2013.

Netflix tidak menjelaskan mengapa mereka menarik fitur tersebut dari perangkat iOS, melalui keterangan resmi kepada The Verge mereka membenarkan telah menghapus fitur AirPlay.

“Kami ingin memastikan anggota kami memiliki pengalaman Netflix yang baik di perangkat apa pun yang mereka gunakan. Dengan dukungan AirPlay ke perangkat ketiga, kami tidak memiliki cara untuk membedakan perangkat (mana yang Apple TV, mana yang bukan) atau menguatkan pengalaman ini,” kata Netflix.

“Untuk itu, kami memutuskan tidak melanjutkan dukungan Netflix AirPlay untuk memastikan standard kualitas kami terpenuhi. Anggota tetap dapat mengakses Netflix melalui aplikasi built-in di Apple TV maupun perangkat lainnya,” kata Netflix.

Baca juga: Buku sekuel “Bird Box” akan dirilis Oktober

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pegiat Medsos Independen ajak masyarakat tolak Golput, lawan hoaks

Jakarta (ANTARA) – Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) mengajak masyarakat mengikuti deklarasi “Lawan Hoax Tolak Golput Jangan Takut Memilih” di kawasan Sudirman-MH Thamrin, Jakarta, Minggu.

“FPMSI mengajak pengunjung untuk menolak golput dan menolak hoaks. Kita harus memilih untuk kemajuan pembangunan Indonesia,” kata Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Hafyz Marshal, Minggu.

Deklarasi dan dukungan untuk gerakan itu dilakukan dengan membubuhi tanda tangan di spanduk raksasa, oleh masyarakat yang juga bagian dari warganet yang aktif bermedia sosial.

Menurut Hafyz dengan menolak hoaks mengenai Pemilu 2019, maka dapat merekatkan kesatuan dan persatuan NKRI karena hoaks berpotensi menimpulkan perpecahan.

“Sekarang banyak suami-istri atau teman yang akhirnya pisah karena terhasut hoaks, oleh karena itu hoaks harus ditolak dalam berlangsungnya pemilu ini,” kata Hafyz.

Baca juga: Denny Sumargo: Jangan golput!

Para Pengunjung CFD yang berasal dari berbagai latar mulai dari orang tua hingga muda, dengan antusias membubuhkan tanda tangan untuk mendukung deklarasi itu.

“Itu hak kita,sayang kalau surat suara kita dipakai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata pengunjung CFD, Lili, yang datang dengan dua anaknya.

Tidak hanya orang tua,banyak anak muda berusia 17-30 tahun yang mendukung gerakan tolak golput dan lawan hoaks ini.

“Kita harus memilih terlepas dari dukung siapa,tapi kita harus gunakan hak pilih untuk mendukung Pancasila tetap berjalan di Indonesia,” kata pengunjung CFD yang merupakan Abang Jakarta Kepulauan Seribu Rizki Hiro.
  Abang Kepulauan Seribu 2019, Rizki Hiro berfoto dengan alat peraga media sosial untuk mendukung kegiatan Deklarasi “Lawan Hoax Tolak Golput Jangan Takut Memilih” (Antara news/Livia Kristianti)

Pengunjung lainnya juga mengatakan menolak golput, karena tidak ingin suaranya terbuang sia-sia.

“Saya dulu golput,tapi sekarang saya akan memilih. Saya ingin pembangunan di Indonesia lebih baik lagi,” kata pengunjung CFD lainnya Dara.

Sebelumnya, FPMSI sudah pernah melakukan kegiatan serupa di CFD Sudirman-M.H Thamrin, menurut Hafyz pada deklarasi dan dukungan pertama tersebut terdapat 5.000 orang yang mendukung kegiatan ini.

Baca juga: Slank: Golput itu cemen!
 

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Livia Kristianti
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang Pemilu, WhatsApp buka kanal lapor hoaks

Jakarta (ANTARA) – WhatsApp menggandeng Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan lembaga ICT Wacth untuk membuka saluran telepon agar publik bisa melaporkan hoaks temuan mereka, menjelang Pemilu 2019 pada 17 April.

“Hal ini dibangun atas komitmen WhatsApp, termasuk upaya kami mengurangi jumlah pesan yang dapat diteruskan hingga maksimal lima kali, yang ternyata dapat mengurangi 25 persen distribusi pesan terusan di WhatsApp,” kata WhatsApp dalam keterangan pers, dikutip Minggu.

Masyarakat dapat mengirim teks, foto, video dan audio yang berpotensi berisi misinformasi atau hoaks ke nomor +6285574676701. Aplikasi berlogo warna hijau itu juga memastikan bahwa pesan itu mendapat perlindungan enkripsi end-to-end yang berlaku di platform tersebut, sehingga pesan tidak dapat terlihat oleh WhatsApp sendiri.

Laporan ini juga akan menjadi arsip data MAFINDO mengenai penyebaran hoaks selama periode pemilihan umum.

Presidium MAFINDO Harry Sufehmi meminta pengguna WhatsApp untuk melaporkan hoaks ke nomor tersebut agar kabar bohong dapat diidentifikasi dan didata.

“Misinformasi merupakan tantangan yang membutuhkan kerja sama yang kuat untuk menanggulanginya,” kata dia dalam keterangan yang sama.

Selain dengan MAFINDO, WhatsApp juga bekerja sama dengan ICT Watch untuk memberikan pelatihan bagi publik mengenai hoaks di 10 Ruang Publik Terpadu Raman Anak (RPTRA) di Jakarta.

WhatsApp juga berencana untuk bekerja sama dengan komunitas untuk mengembangkan stiker yang bertema mengatasi hoaks.

Awal tahun ini, WhatsApp membatasi jumlah meneruskan pesan atau forward menjadi hanya lima kali untuk satu pesan.

Saat ini, pesan yang diteruskan dilabeli “forwarded” sehingga penerima tahu bahwa pesan tersebut bukan asli ditulis oleh si pengirim.

Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi WhatsApp, Victoria Grand pada Januari lalu mengatakan pembatasan pesan ini akan membantu melacak perilaku yang mencurigakan.

WhatsApp tidak dapat membaca isi pesan yang dikirim karena enkripsi end-to-end yang disematkan di sistem mereka hanya mengizinkan pengirim dan penerima pesan untuk membaca isi pesan tersebut.

Tapi, WhatsApp bisa mendeteksi perilaku berkirim pesan jika terdapat aktivitas yang tidak wajar, misalnya meneruskan pesan ke banyak orang sekaligus.

“Mempersulit orang-orang yang kurang bertanggung jawab untuk meneruskan pesan,” kata Grand.

Berdasarkan data WhatsApp, 90 persen pesan yang dikirim di platform tersebut tergolong pesan pribadi, sisanya dapat berupa pesan yang lain.

Baca juga: Yovie Widianto dan Nino “RAN” racik lagu via WhatsApp

Baca juga: WhatsApp baru, tak sembarang orang bisa masukkan Anda ke grup

Baca juga: Whatsapp lawan hoaks saat India gelar Pemilu

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia Merdeka Internet 2020

Indonesia Merdeka Internet 2020

Menjelang usia Republik Indonesia yang ke-74 tahun, akses internet ternyata belum dapat dinikmati sebagian besar masyarakat di luar Pulau Jawa. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi akan mewujudkan harapan tersebut melalui program “Indonesia Merdeka Internet 2020”. Guna mewujudkan program prestisius tersebut Pemerintah membangun sebuah proyek bernama PROYEK PALAPA RING.

Ratusan juta data pengguna Facebook terekspos

Jakarta (ANTARA) – Tim keamanan siber dari Upguard Cyber Risk menemukan data dari dua pertiga aplikasi ketiga yang dikembangkan Facebook terekspos ke publik.

Menurut laman upguard.com, salah satu kebocoran berasal dari perusahaan asal Meksiko, Cultura Colectiva, berukuran 146GB berisi lebih dari 540 juta data berisi komen, like, reaksi, nama akun hingga akun Facebook.

Sebuah berkas backup dari aplikasi bernama “At The Pool” juga ditemukan terekspos ke Internet melalui Amazon S3. Database itu berisi backup kolom antara lain untuk kata kunci (password), pertemanan (friends) dan identitas pengguna (user id). Password yang dimaksud diperkirakan untuk aplikasi “At The Pool”, bukan akun Facebook, namun pengguna memiliki risiko jika kata kunci yang digunakan sama.

Data yang ditemukan di At The Pool tidak sebesar set data di Cultura Colectiva, namun, berisi kata kunci dalam format plaintext dari 22.000 pengguna. Temuan Upguard, At The Pool berhenti beroperasi sejak 2014 dan situs perusahaan induk mereka sudah tidak aktif.

Set data tersebut disimpan dalam bucket Amazon S3 yang dikonfigurasi agar dapat diunduh oleh publik. Menurut Upguard, data tersebut berubah-ubah karena pembaruan. Persamaannya, data-data tersebut memuat informasi tentang pengguna Facebook, kesukaan, hubungan dan interaksi dan terbuka untuk pengembang pihak ketiga.

Tim Upguard sudah mengirimkan email pemberitahuan ke Cultura Colectiva pada 10 Januari dan 14 Januari, namun tidak ada tanggapan. Mereka juga mengirimkan surat untuk Amazon Web Service karena data itu disimpan di Amazon S3.

Awal Februari lalu, Amazon Web Services membalas surat itu, menyatakan sudah memberi tahu pemilik bucket tersebut.

Upguard kembali mengirimkan pemberitahuan ke Amazon Web Services pada 21 Februari karena melihat data itu belum diamankan, dan AWS membalas pada hari itu juga dengan mengatakan mereka akan mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut.

Pada 3 April lalu, setelah Facebook dikontak Bloomberg, data di bucket AWS S3 akhirnya diamankan.

Sementara itu, data dari At The Pool sudah offline ketika Upguard berusaha menelusuri kembali data yang dimaksud.

Baca juga: Facebook, Twitter terlibat perang informasi India-Pakistan
Baca juga: Facebook akuisisi unggahan pengguna, ini penjelasannya

 

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Amazon Web Services rencanakan region baru di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan penyedia layanan platform cloud, Amazon Web Services, akan membuka region infrastruktur di Indonesia untuk mendukung ekosistem perusahaan rintisan maupun besar.

“Dengan region ini, kami bisa mendukung lebih banyak perusahaan yang butuh latensi yang lebih rendah,” kata Managing Director AWS Asia Pasifik, Ed Lenta, kepada media di Jakarta, Kamis.

Region infrastruktur tersebut –yang akan dibuka pada akhir 2021 atau awal 2022–, berada di Jakarta dan akan terdiri dari tiga zona ketersediaan (availability zone).

Region versi AWS merupakan area infrastruktur yang terdiri dari tiga zona ketersediaan, di mana masing-masing mungkin akan terdiri dari lebih dari satu data center.

Setiap zona ketersediaan memiliki pasokan daya, pendinginan dan keamanan fisik independen dan terhubung melalui jaringan alternatif dengan latensi ultra rendah.

Region di Jakarta akan menjadi yang ke sembilan di kawasan Asia Pasifik. Region AWS lainnya terletak di Ningxia, Seoul, Singapura, Sydney, Tokyo dan Hong Kong akan segera dibuka.

Dengan ketersediaan region Jakarta, konsumen memiliki pilihan untuk menyimpan data mereka di dalam negeri.

Paket layanan cloud yang ditawarkan AWS untuk region ini antara lain analitik, kecerdasan buatan, internet of things (IoT), machine learning, layanan mobile dan infrastruktur TI serverless.

Region ini merupakan salah bentuk investasi AWS di Indonesia, selain itu mereka juga memiliki tim lokal.

Saat ini AWS memiliki 61 zona ketersediaan dari 20 region infrastruktur di seluruh dunia, mereka juga akan memiliki tambahan 12 zona ketersediaan di empat region di Bahrain, Hong Kong, Italia dan Afrika Selatan yang akan aktif pada semester pertama 2020.

Baca juga: Amazon ikut berinvestasi teknologi swakemudi
Baca juga: Telin siapkan strategi jadi pemain utama era “cloud economy”

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden sampaikan capaian pemerintah melalui teknologi hologram

ANTARA, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan capaian pemerintah selama empat tahun lebih melalui teknologi hologram. Teknologi hologram ini merupakan hasil karya anak bangsa yang digunakan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam mensosialisasikan kinerja dan program pemerintah. (Gracia Simanjuntak/SANS)

UU baru Australia siap penjarakan perusahaan medsos bandel

Jakarta (ANTARA) – Undang-undang terbaru di Australia akan menindak tegas perusahaan media sosial berupa hukuman penjara jika tidak menghapus dengan segera terkait konten yang mengandung kekerasan.

Australia, dikutip dari Reuters, Kamis, akan memberikan hukuman denda sebesar 10 persen dari pendapatan global perusahaan jika konten kekerasan tidak dihapus secepatnya dari layanan mereka. Sedangkan pimpinan mereka akan dipenjara selama tiga tahun.

“Penting bagi kami untuk membuat pernyataan yang jelas kepada perusahaan media sosial. Kami harap sikap mereka berubah,” kata Menteri Komunikasi Australia Mitch Fifield.

Baca juga: Facebook hapus 1,5 juta video penyerangan masjid Selandia Baru

Undang-undang baru itu berupa perintah kepada para perusahaan media sosial, termasuk Facebook dan YouTube untuk segera menghapus foto atau video yang menampilkan kekerasan, misalnya pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan.

Peraturan itu terbit setelah serangan tunggal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru pada pertengahan Maret. Serangan itu menewaskan sekitar 50 orang, termasuk warga negara Indonesia.

Pelaku menyiarkan secara langsung aksi teror itu di Facebook dan segera viral dalam hitungan jam. Facebook segera menghapus konten tersebut.

Perdana Menteri Scott Morrison menilai rentang waktu penghapusan konten tersebut tidak bisa diterima.

Baca juga: Facebook perketat layanan video streaming

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenkominfo tampilkan teknologi karya anak bangsa di Sukabumi

Sukabumi, Jabar (ANTARA) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemekominfo) RI menampilkan hasil kreasi anak bangsa dalam bidang telekomunikasi, yakni teknologi hologram kepada warga Kota Sukabumi, Jawa Barat.

“Teknologi hologram ini digunakan Kemenkominfo RI untuk sosialisasi capaian kinerja pemerintah dalam kurun empat setengah tahun,” kata Perwakilan Sekretariat Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Veri Radian Wicaksono di Sukabumi, Rabu.

Penampilan hasil karya anak bangsa di Sukabumi sudah dilakukan di beberapa titik seperti Cicurug, Cibadak, Surade, Kabupaten Sukabumi dan terakhir di Taman Digital Kota Sukabumi.

Sementara, tokoh masyarakat Kota Sukabumi Bagus Pekik mengatakan dengan adanya sosialisasi dengan menggunakan alat canggih karya anak bangsa yang ditampilkan Kemenkominfo RI ini masyarakat bisa mengetahui secara utuh apa saja program dan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla selama kurun waktu empat tahun terakhir ini.

Bahkan, pihaknya mengapresiasi Kemenkominfo dan pemerintah pusat yang terus meningkatkan kualitas teknologi komunikasi seperti hologram ini, sehingga masyarakat seakan bisa berkomunikasi langsung dengan presiden seperti di dunia nyata.

Namun yang terpenting dari program sosialisasi ini, selain teknologinya juga untuk memberantas keberadaan hoax, ujaran kebencian dan sejenisnya tentang pemerintahan, sehingga dengan adanya sosialisasi tersebut masyarakat tahu persis apa yang sudah dilakukan pemerintah pusat.

“Selama ini masyarakat khususnya kaum milenial yang menggunakan smartphone menerima informasi setengah-setengah tentang capaian kinerja, apalagi banyak disuguhi berita hoax di media sosial. Dengan adanya program ini diharapkan bisa mendapatkan informasi yang sesungguhnya,” tambahnya.

Sementara, warga milenial Rangga mengatakan tentunya bagi kaum milenial sosialisasi seperti ini sangat penting, apalagi banyak usia produkrtif yang menggunakan gadget namun sayang terpapar hoax atau ujaran kebencian.

Melalui teknologi ini tentunya bisa membantu dan menjelaskan yang sebenarnya apa yang sudah dilakukan pemerintah dalam kurun waktu empat tahun terakhir ini.

“Ternyata selama empat tahun dipimpin Presiden Jokowi, Indonesia berkembang lebih pesat dan bisa disejajarkan dengan negara maju lainnya khususnya dalam bidang teknologi,” katanya.

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GO-FOOD Festival GBK direnovasi, buka pertengahan April

Jakarta (ANTARA) – GOJEK merenovasi GO-FOOD Festival di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), program pemeliharaan dan peremajaan kawasan kuliner yang mereka bangun sejak pertengahan 2018 lalu.

“GO-FOOD Festival GBK dijadwalkan akan buka kembali untuk melayani para pelanggan pada pertengahan bulan April ini,” kata Wakil Direktur Penjualan dan Pemasaran GO-FOOD Festival, Cassandra Aprilanda, dalam keterangan resmi kepada Antara, Rabu.

Pantauan Antara di lokasi, kios-kios penjual makanan yang berjejer di lokasi GO-FOOD Festival GBK kosong dan beberapa di antaranya dibongkar. Sementara itu, lokasi GO-FOOD Festival lainnya di Jakarta tetap buka, antara lain di Lotte Shopping Avenue, Kuningan City, Tebet Indraya Square dan Setiabudi One.

“Selama satu tahun ke depan, GO-FOOD Festival GBK akan terus beroperasi dan memanjakan pengunjung dengan ragam kuliner serba nikmat dalam satu tempat,” kata dia.

GOJEK membangun lokasi kuiner yang berisi gerai-gerai mitra yang bekerja sama dengan mereka melalui layanan pesan antar makanan GO-FOOD.

Menurut GOJEK, GO-FOOD Festival merupakan cara mereka untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah untuk berkembang, antara lain mereka dapat membuka cabang di lokasi tersebut.

Selain di Jakarta, GOJEK juga membawa GO-FOOD Festival ke sejumlah kota tempat mereka beroperasi, antara lain di Bogor, Makassar, Yogyakarta, Denpasar, Surabaya dan Balikpapan.

Baca juga: GO-JEK akan tambah GO-FOOD Festival

Baca juga: Berburu jajanan di Go-Food Festival

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang Pemilu, Twitter verifikasi akun resmi caleg

Jakarta (ANTARA) – Twitter Indonesia bekerja sama dengan lembaga penyelenggara pemilihan umum untuk melakukan verifikasi untuk kandidat yang akan melaju ke kontestasi pada 17 April mendatang.

“Untuk pemilihan umum ini; kami bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (@KPU_ID) untuk melakukan verifikasi kandidat, pejabat terpilih, dan pihak-pihak terkait, yang akun Twitter-nya akan aktif dalam percakapan publik,” kata perwakilan Twitter Indonesia, seperti yang mereka umumkan melalui blog resmi, dikutip Rabu.

Penyelenggara Pemilu memilih akun-akun yang ingin diverifikasi, setelah itu Twitter akan meninjau akun yang diajukan tersebut untuk memastikan akun memenuhi standard verifikasi dari Twitter.

“Kami melakukan verifikasi akun untuk mendukung percakapan publik yang sehat dan memberikan kepastian kepada publik bahwa akun para figur publik benar-benar dimiliki oleh individu atau organisasi itu sendiri,” kata perwakilan Twitter Indonesia.

Pada unggahan tersebut Twitter menegaskan mereka tidak memihak kelompok mana pun secara politik dan kebijakan yang mereka ambil tidak didasari pandangan politik.

“Twitter adalah platform tempat berbagai suara dari beragam spektrum dapat dilihat dan didengar. Kami berkomitmen untuk memegang teguh prinsip-prinsip keterbukaan, transparansi, dan ketidakberpihakan. Baik itu tren, proses penegakan kebijakan Twitter, maupun terkait konten yang muncul di linimasa Anda,” kata Twitter.

“Kami percaya pada ketidakberpihakan dan tidak mengambil tindakan apa pun berdasarkan sudut pandang politik. Produk dan kebijakan kami tidak pernah diciptakan atau dikembangkan berdasarkan ideologi politik”.

Twitter berkomitmen untuk lebih transparan dalam mengembangkan dan menegakkan kebijakan mereka untuk menghilangkan teori konspirasi dan ketidakpercayaan dari publik dalam musim pemilihan seperti ini.

Baca juga: Platform digital sambut Pilpres 2019

Baca juga: Facebook perkenalkan panduan bagi politisi dan partai politik

Baca juga: Facebook buat fitur Info Kandidat untuk Pemilu 2019
   

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Facebook buat fitur Info Kandidat untuk Pemilu 2019

Jakarta (ANTARA) – Facebook meluncurkan fitur Info Kandidat agar para pengguna jejaring tersebut di Indonesia dapat mengenal calon legislatif yang akan mereka pilih pada Pemilu 17 April mendatang.

Dalam keterangan pers, Facebook menyatakan fitur itu akan muncul di Kabar Beranda atau News Feed para pengguna di Indonesia mulai 2 April. Pengguna bisa melihat posisi para kandidat, mengunjungi halaman Facebook kandidat tersebut serta menonton video kandidat yang sedang memaparkan topik tertentu melalui fitur Info Kandidat.

Para kandidat calon legislatif dapat membuat empat video berdurasi 20 detik untuk memperkenalkan diri dan menjawab beberapa pertanyaan utama, yaitu apakah yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, apa yang akan dicapai jika terpilih dan bagaimana merealisasikannya serta apa yang akan dilakukan untuk memberantas korupsi.

Facebook menyatakan mereka tidak terlibat dalam pembuatan konten video para kandidat, sepenuhnya diproduksi oleh kandidat dan tim.

Facebook melihat setiap hari para pengguna berdiskusi tentang politik di platform jejaring sosial tersebut sehingga raksasa teknologi dari Amerika Serikat itu ingin agar masyarakat mendapatkan informasi yang dibutuhkan menjelang Pemilu.

“Ini merupakan upaya kami untuk membangun komunitas yang lebih bermasyarakat dan teredukasi dengan informasi yang tepat. Kami yakin bahwa dengan membantu orang memahami profil para kandidat, kami dapat membantu menciptakan komunitas yang lebih baik,” kata Facebook dalam keterangannya yang dikutip Rabu.

Selain membuat fitur untuk mengenal kandidat, Facebook juga sudah melakukan berbagai langkah untuk menjaga keamanan platform saat Pemilu 2019, di antaranya menurunkan konten-konten misinformasi dan menghapus akun palsu.

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satelit Nusantara Satu mengorbit di atas Papua, hubungkan ribuan desa

Jakarta (ANTARA) – Satelit telekomunikasi Nusantara Satu dari PT Pasifik Satelit Nusantara sudah mencapai orbitnya di atas Papua dan dapat digunakan untuk melayani akses internet di desa-desa di Indonesia.

“Satelit Nusantara Satu telah mengemban tugasnya dengan baik hingga saat ini dan siap beroperasi agar dapat memberikan akses internet yang merata kepada seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen dan konsistensi PSN untuk terus mendorong penggunaan satelit agar mengurangi digital gap di seluruh wilayah di Indonesia,” kata Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso, dalam keterangan pers, dikutip Rabu.

Satelit Nusantara Satu diluncurkan ke angkasa dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat pada 22 Februari lalu.

Setelah melakukan in-orbit raising, Satelit Nusantara Satu mengorbit tepat di atas Papua garis 146 derajat Bujur Timur pada 7 Maret.

Sehari setelah orbit, tes di orbit atau In Orbit Test (IOT) untuk Payload atau Transponder dijalankan dari Cikarang, sementara Bus IOT dari Mission Control Center Palo Alto milik SSL.

Satelit saat ini dalam tahap tes di orbit tahap akhir dan menunjukkan kondisi normal.

Pengendalian satelit sejal meluncur hingga tiba di orbit dilakukan oleh MCC Palo Alto milik SSL, di bawah pengawasan tim PSN dari Satellite Control Facility di Jatiluhur.

Menurut rencana, setelah serangkaian tes pada satelit dan administrasi selesai, SSL menyerahkan satelit ke PSN pada 1 April lalu.

Satelit Nusantara Satu memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps.

 Cakupan C-band dan Extended C-band satelit tersebut meliputi wilayah Asia Tenggara, sementara untuk Ku-Band meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 8 Spot Beam pada sistem HTS.

Dengan menggunakan platform SSL-1300 140, Satelit Nusantara Satu sanggup mengorbit dan beroperasi selama lebih dari 15 tahun.

Satelit Nusantara Satu diharapkan dapat mengatasi ketidakrataan internet di Indonesia. Saat ini PSN sudah menghubungkan 3.000 desa, mereka menargetkan 10.000 desa hingga akhir 2019 ini.

Dalam kurun waktu 2020-2021 mereka mengharapkan dapat menyambungkan 25.000 desa ke internet.

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penataan ulang pita frekuensi seluler diselesaikan

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelesaikan seluruh rangkaian penataan ulang (refarming) pita frekuensi radio 800 MHz dan 900 MHz, Selasa.

Kedua frekuensi itu digunakan untuk layanan telekomunikasi seluler mulai dari teknologi 2G, 3G, dan 4G.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, mengungkapkan penyelesaian proses ini mundur dua minggu, yakni seharusnya 21 Maret lalu, karena jumlah base station dua kali lipat dari perkiraan semula.

Pada awal refarming terdapat sekitar 42.000 base station, namun ketika refarming berjalan total terdapat 71.786 titik base station.

Tahun lalu, proses itu membutuhkan waktu 143 hari kalender untuk 67.464 base station. Kini hanya membutuhkan waktu 68 hari kalender untuk merampungkan refarming 71.786 base station.

Ferdinandus mengatakan sempat mengalami masalah saat refarming, namun sebatas jaringan fiber optic putus dan masalah non-teknis lainnya di lapangan.

Rampungnya refarming pita frekuensi radio 800 MHz dan 900 MHz membuat pita frekuensi radio untuk layanan seluler di Indonesia dalam kondisi paling optimal. Hal itu, artinya pita frekuensi masing-masing operator telekomunikasi seluler saling berdampingan (contiguous).

Dengan kondisi contiguous, pemanfaatan pita frekuensi radio untuk seluler dapat lebih optimal sehingga proses upgrade teknologi Mobile Broadband, dari semula 3G dapat ditingkatkan menjadi 4G secara efisien.

Bagi masyarakat di perkotaan besar, akan ada penambahan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan lalu lintas data yang mengalami kepadatan jaringan (network congestion).

Bagi masyarakat Indonesia yang selama ini belum menikmati layanan 4G, akan dapat mengakses jaringan itu. Dengan adanya efisiensi dari aspek pemanfaatan sumber daya spektrum frekuensi radio akan dapat mendorong operator telekomunikasi meningkatkan penetrasi penggelaran jaringan 4G.
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kabupaten di Indonesia tersambung ke internet cepat tahun ini

Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan wilayah Indonesia di tingkat kabupaten kota akan tersambung ke internet cepat pada tahun ini begitu Palapa Ring selesai.

“Merdeka Sinyal dari level kabupaten karena Palapa Ring selesai. Di tingkat kabupaten semua sudah terhubung, ke dalamnya masih perlu (waktu),” kata Rudiantara saat ditemui di Kantor Kominfo, Senin.

Secara bertahap seluruh masyarakat Indonesia akan tersambung ke internet cepat pada 2020 setelah Indonesia memancarkan internet melalui satelit.

Pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi Palapa Ring ditargetkan seluruhnya selesai tahun ini. Palapa Ring Paket Barat sudah selesai dibangun pada Maret 2018 sementara Palapa Ring Tengah selesai dibangun pada akhir 2018.

Pemerintah menargetkan Palapa Ring Timur, yang menyambungkan antara lain wilayah Papua dan Maluku ke internet cepat, selesai pertengahan tahun ini.

Proyek pembangunan infrastruktur jaringan Palapa Ring dirancang untuk menggelar kabel serat optik di darat dan di laut agar dapat menghubungkan seluruh kota dan kabupaten di Indonesia ke jaringan telekomunikasi dan internet.

Sementara itu, untuk mengatasi kendala internet di kondisi geografis Indonesia yang beragam, Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) berencana untuk membuat satelit jenis High Througput, diperkirakan senilai Rp22 triliun.

Saat ini pengadaan satelit multifungsi bernama Satria masih berada dalam tahap lelang, urusan administrasi satelit diharapkan selesai tahun ini agar satelit dapat dibangun mulai awal 2020.

BAKTI memperkirakan satelit akan selesai dibangun dalam tiga tahun, 2023 satelit ini akan dapat beroperasi.

Sambil menantikan satelit Satria selesai, pemerintah akan menyewa satelit milik perusahaan swasta yang beroperasi di atas wilayah Indonesia agar masyarakat di daerah terdepan, tertinggal dan terluar dapat merasakan internet cepat.

Baca juga: Palapa Ring permudah konsultasi dokter daerah terdepan

Baca juga: BAKTI gandeng asosiasi telekomunikasi untuk pakai Palapa Ring

Baca juga: Menkominfo sebut Indonesia merdeka internet 2020

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kominfo ingin literasi digital lebih efektif

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan mencari cara untuk meningkatkan efektivitas literasi digital yang selama ini sudah berjalan agar lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang melek teknologi digital.

“Sebetulnya, dalam dunia digital, bagaimana membuat masyarakat Indonesia pandai memilah dan memilih konten positif di media sosial. Pandai memanfaatkan alat untuk memberi nilai tambah,” kata Menkominfo Rudiantara, saat jumpa pers di Jakarta, Senin.

Kominfo melakukan literasi digital untuk masyarakat melalui berbagai program, salah satunya melalui gerakan Siberkreasi yang merupakan gabungan dari komunitas dan individu.

Hasil penelitian Siberkreasi terhdap 2.000 orang di Bandung, Denpasar, Surabaya dan Pontianak pada September hingga November 2018 menunjukkan mayoritas responden belajar teknologi digital secara otodidak, jumlahnya di atas 55 persen untuk masing-masing kota.

Selebihnya, responden yang berusia 13-18 tahun tersebut belajar dari keluarga, teman dan dari sekolah.

Melihat temuan tersebut, Rudiantara menyatakan perlu ada evaluasi mengenai literasi digital yang mereka lakukan agar dapat berjalan lebih efektif.

“Bukan berarti yang sudah dilakukan salah, tapi, bagaimana supaya lebih efektif lagi,” kata Rudiantara.

Menurut Menkominfo, berdasarkan temuan di empat kota tersebut, jika memang masyarakat menunjukkan kecenderungan untuk belajar literasi digital secara otodidak, kementerian bisa memanfaatkan cara lain agar masyarakat dapat mengakses informasi, misalnya dengan menggandeng operator seluler.

Operator seluler akan mengirim SMS kepada para penggunanya berisi tautan atau link untuk mengakses informasi seputar literasi digital. Tapi, menurut Rudiantara, rencana tersebut perlu ditinjau lebih lanjut.

Menurut dia, literasi digital adalah salah satu cara yang paling strategis agar masyarakat bisa memahami konsekuensi positif maupun negatif tentang internet dan teknologi. Tapi, cara tersebut memakan waktu yang lama dan dana yang tidak sedikit.

Survei dari Siberkreasi tersebut juga menunjukkan anak muda di emapt kota tersebut paling banyak menggunakan internet untuk hiburan dan media sosial.

Baca juga: Jelang Pilpres, hoax meningkat

Baca juga: Kementerian Kominfo : Isu hoaks semakin beragam

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang Pilpres, hoax meningkat

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menemukan peningkatan jumlah hoax menjelang Pemilihan Umum Presiden yang akan berlangsung pada 17 April mendatang, jumlahnya meningkat secara signifikan pada bulan Maret.

“Kami menangani hoax. Hoax paling banyak berkaitan dengan politik, dengan Pemilu,” kata Menkominfo Rudiantara kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Data Kominfo menunjukkan pada Maret ada 453 hoax diidentifikasi oleh tim dan mesin AIS, 130 dari hoax tersebut memuat isu politik. Hoax temuan Kominfo antara lain berupa kabar bohong tentang calon presiden, partai politik maupun lembaga penyelenggara pemilu.

Selain isu politik, hoax tersebut bermuatan kebohongan tentang pemerintah, kesehatan, agama, pendidikan maupun fitnah terhadap individu.

Menurut Kominfo, temuan hoax terus meningkat menjelang 17 April. Pada Desember 2018, Kominfo mengidentifikasi 75 konten. Jumlahnya naik menjadi 175 konten hoax pada Januari.

Peningkatan drastis terjadi pada Februari, angka hoax yang diidentifikasi Kominfo naik tajam menjadi 353 konten.

Rudiantara mengingatkan publik untuk berhati-hati terhadap hoax karena menjelang Pemilu seperti ini, hoax menyerang semua pihak.

“Hoax adalah musuh kita bersama,” kata dia.

Kominfo mencatat sejak Agustus 2018, total hoax yang mereka indetifikasi sebanyak 1.224, 311 diantaranya berupa hoax politik.

Kementerian Kominfo meminta warganet yang mendapatkan informasi yang mencurigakan untuk menyampaikan ke kanal pengaduan konten melalui aduankonten@kominfo.go.id atau melalui akun Twitter @aduankonten.

Baca juga: Jelang Pilpres, Kominfo jaring 700an hoax

Baca juga: DPR minta Kominfo tingkatkan pengawasan konten hoaks

Baca juga: Kominfo: ponsel untuk dagang bukan sebar hoaks

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019