BaBe luncurkan kanal cek fakta hoaks

Jakarta (ANTARA) – Platform distribusi konten Baca Berita atau yang lebih populer dengan nama BaBe meluncurkan kanal baru BaBe Ungkap Fakta yang berisi hasil pengecekan atas hoaks yang beredar di dunia maya.

“Kanal ini jadi distribusi konten atau artikel yang sudah terverifikasi. Kami filter konten yang berpotensi bohong,” kata Kepala Kebijakan Publik BaBe, Donny Eryastha saat jumpa pers di Jakarta, Kamis

BaBe bekerja sama dengan media massa Tempo dan Viva serta organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) untuk melakukan pengecekan fakta terhadap artikel-artikel yang mencurigakan. Setelah terverifikasi kebenarannya, artikel tersebut akan disiarkan di kanal BaBe Ungkap Fakta.

BaBe tidak menargetkan jumlah artikel harian dari pengecek fakta yang akan didistribusikan, namun mereka merencanakan informasi yang ditayangkan di kanal Ungkap Fakta seintens mungkin.

Meski pun kanal itu diluncurkan menjelang pemilihan umum presiden pada April, BaBe Ungkap Fakta tidak hanya menampilkan klarifikasi hoaks yang berkaitan dengan politik saja, tetapi juga bidang-bidang lainnya. Kanal tersebut juga berkesinambungan, bukan hanya dibuat untuk meredam hoaks menjelang pemilu.

“Akan continue, menggaet lebih banyak penerbit,” kata Kepala Pengembangan Bisnis BaBe, Shelly Tantri, di acara yang sama.

Baca Berita setiap bulan mendistribusikan lebih dari satu juta konten artikel dan video dalam 30 kategori yang ada di platform. Mereka menyatakan saat ini memiliki pengguna aktif bulanan sekitar 10 juta di Indonesia.

Baca juga: Kominfo: ponsel untuk dagang bukan sebar hoaks
 

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019