CCTV diretas, keluarga di AS dapat peringatan serangan rudal

Jakarta (ANTARA News) – Lauran Lyons, asal California, memasang kamera pengawas di ruang keluarga sejak beberapa tahun belakangan demi alasan keamanan.

Minggu siang pekan lalu, Lyons dan keluarga sedang bersantai, tiba-tiba terdengar peringatan suara yang mengaku berasal dari Pertahanan Sipil. Bunyi peringatan itu, ada tiga rudal mengarah ke Los Angeles, Chicago dan Ohio, seperti diberitakan laman Washington Post, dikutip Jumat.

Suara itu juga menginformasikan Presiden Trump sudah dibawa ke “tempat yang aman”.

“Kata suara itu, Amerika Serikat membalas dendam ke Pyongyang, orang-orang yang tinggal di wilayah tersebut punya waktu tiga jam untuk menyelamatkan diri,” kata Lyons.

“Suaranya seperti asli, kencang. Lima menit itu rasanya seperti teror, 30 menit berikutnya kami berusaha mencari tahu apa yang terjadi,” kata Lyons.

Anak Lyons yang baru berusia 8 tahun bersembunyi di balik karpet. Keluarga Lyons akhirnya tersadar tidak ada berita tentang serangan itu di media mana pun.

Setelah ditelusuri, suara tersebut berasal dari atas televisi, dari kamera pengawas Nest. Mereka menelepon 911 dan Nest untuk mengonfirmasi tidak ada serangan apa pun.

Nest kepada keluarga tersebut menjelaskan mereka mungkin korban peretasan “pihak ketiga”, peretas mengakses kamera dan pengeras suara. 

Lyons bahkan baru mengetahui kamera yang dia pasang punya pengeras suara dan mikrofon, yang langsung mereka matikan setelah kejadian itu.

Dalam keterangan resmi kepada Mercury News, seperti dikutip dari laman Post, Nest menyatakan peristiwa tersebut terjadi karena kata kunci yang lemah, bukan karena sistem Nest diretas.

Nest menduga keluarga tersebut menggunakan compromised password, kata kunci yang diretas didapat dari situs lain. Agar kejadian tidak terulang, mereka menyarankan untuk mengaktifkan otentikasi ganda untuk memproteksi perangkat tersebut.

Baca juga: Polisi temukan kamera CCTV berisi rekaman insiden tewasnya Bripka Matheus

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019