Di pesisir Pulau Hiri-Malut, Pemkot Ternate bangun internet gratis

Pemasangan WIFI gratis dari pemerintah kota untuk mendukung konsep smart city serta memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan internet secara keseluruhan

Ternate (ANTARA) – Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), akan membangun internet gratis bagi masyarakat di berbagai titik, terutama di daerah pesisir Pulau Hiri.

Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ternate, Thamrin Marsaoly di Ternate, Sabtu, mengatakan, pemasangan WIFI gratis dari pemerintah kota untuk mendukung konsep smart city serta memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan internet secara keseluruhan.

Menurut Thamrin, tahun 2019 ini, pihaknya juga akan melakukan pemasangan WiFi gratis di Kecamatan Hiri karena lampu di tempat tersebut sudah aktif 1×24 jam, sedangkan di Kecamatan Batang Dua dan Moti belum bisa dipasang WIFI gratis dikarenakan listrik belum maksimal 1×24 jam.

“Kami sudah melakukan survei dan hasilnya bisa dimungkinkan pemasangan WIFI gratis di tempat tersebut, karena untuk pemasangannya di bulan April atau bulan Mei sudah selesai dipasang,” kata Thamrin.

Sedangkan untuk pembayarannya itu, tergantung pemakaian yang dilakukan, karena pemasangan WIFI gratis di beberapa titik ini bukan memakai IndiHome milik Telkom, tetapi UMS.

Misalnya di Kelurahan Takoma itu hanya berkapasitas 10 mb, karena sesuai dengan kapasitas yang dipakai. Memang anggaran terbatas tapi pihaknya tetap berusaha sampai bisa maksimal secara keseluruhan.

Selain itu, kata Thamrin, program internet untuk rakyat berupa WiFi gratis ini akan dilakukan pihaknya di beberapa titik, termasuk di Pasar Higienis, Taman Toboko dan di pelabuhan sidangoli yang bertempat samping Masjid Al-Munawwar.

“Sebab, anggaran yang didapatkan hanya Rp120 juta, tetapi kami akan memaksimalkan anggaran tersebut, sampai pemasangan WIFI gratis ini merambah ke tempat yang bakal dibangun pemasangan WIFI gratis,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk pemasangan WIFI gratis ini dibayar setiap bulan, berdasarkan kapasitas pemakaian, jika pemakaian masyarakat melebihi, berarti dibayar Rp3 sampai Rp6 juta.

“Jika pembayaran itu satu tahun anggaran belum cukup berarti sampai di situ saja pembayarannya dan kalau DPRD Kota Ternate dan Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman setuju bahwa anggarannya naik berarti kami akan naikkan kapasitas pemakaiannya,” katanya. 

Baca juga: Desa terpelosok di Maluku Utara bakal dipasang internet

Baca juga: Festival Pulau Hiri dijadikan agenda tahunan

Baca juga: Wi-fi gratis untuk seluruh sekolah di Maluku Utara

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019