Jerman alokasikan frekuensi 5G tahun ini

Jakarta (ANTARA) – Badan Jaringan Federal Jerman (BNetzA) akan menetapkan frekuensi yang dialokasikan untuk jaringan 5G pada pertengahan kedua tahun ini demi mendorong penggunaan jaringan super cepat tersebut bagi sektor industri.

“Terdapat potensi besar untuk 5G terutama di area industri. Kami ingin menyediakan frekuensi ini untuk perusahaan agar dapat membangun jaringan lokal yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Presiden BNetzA, Jochen Homann, dikutip dari Reuters.

Negara tersebut mengalokasikan spektrum 3,7-3,8 GHz untuk penggunaan 5G, sementara lelang lisensi 5G Jerman akan dimulai pada 19 Maret mendatang.

Sejumlah pemain besar di industri, termasuk Volkswagen, Daimler Siemens dan BASF tertarik menggunakan spektrum 5G untuk menyambungkan fasilitas yang mereka miliki.

Sementara itu, dari segi keamanan siber, Kanselir Angela Merkel menyatakan Jerman akan menentukan standar keamanan mereka sendiri untuk jaringan mobile 5G.

Pemerintah, kata Merkel, fokus terhadap keamanan jaringan digital, termasuk infrastruktur 5G mobile.

“Keamanan, terutama mengenai ekspansi jaringan 5G, juga di mana pun di ranah digital, menjadi perhatian penting bagi pemerintah Jerman. Kami akan menentukan standar kami sendiri,” kata Merkel.

Sikap ini muncul setelah Amerika Serikat menyatakan akan mengurangi berbagi data dengan Jerman jika mereka mengizinkan Huawei, perusahaan jaringan asal China, berpartisipasi dalam infrastruktur 5G.

Baca juga: Samsung pamer Galaxy S10 5G di MWC
Baca juga: Ponsel 5G mulai dipasarkan di China pada semester kedua

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019