KAI beri layanan WiFi gratis di stasiun se-Jabodetabek

Jakarta (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberi layanan WiFi gratis di 46 stasiun di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang mulai bisa diakses hari ini.

“Penyediaan layanan internet ini bekerja sama dengan PT Pulau Pulau Media (MacroAd) setelah sebelumnya telah bekerja sama untuk penyediaan layar digital di stasiun dan gerbong Commuter Line,” kata Wakil Direktur Eksekutif PT KAI Daop 1 Jakarta, R Dadan Rudiansyah di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, kerja sama dengan MacroAd dilakukan sebagai peningkatan layanan kepada pengguna jasa layanan KAI sekaligus pengembangan potensi yang ada di stasiun dan kereta api.

“Kerja sama penyediaan layanan WiFi gratis ini kami awali di 46 stasiun, selanjutnya kami juga akan memasang di 37 stasiun lainnya dengan target selesai pada akhir Maret 2019,” kata dia.

Selain itu, lanjutnya, layanan WiFi gratis juga akan dikembangkan juga di kereta api jarak jauh. “Langkah pertama, kami lakukan di KA Argo Parahyangan rute Jakarta-Bandung,” kata Dadan.

Sementara itu, Kepala Bagian Bisnis dan Komersial MacroAd George Samuel mengatakan, penyediaan layanan WiFi gratis di 46 stasiun se-Jabodetabek ini juga menjadi respons terhadap semakin meningkatnya penggunaan internet oleh masyarakat.

“Kami menargetkan penyediaan layanan WiFi gratis dengan kecepatan hingga 250 mbps ini tidak hanya di stasiun, tetapi juga di dalam gerbong Commuter Line,” kata George.

George mengatakan, penggunaan WiFi MacroAd dilakukan dengan proses registrasi terlebih dahulu. “Penggunanya cukup memasukkan nomor telepon dan tanggal lahir,” kata dia.

Setelah itu, lanjutnya, pengguna dapat menggunakan WiFi secara gratis selama 30 menit pertama. “Apabila pengguna ingin menggunakan WiFi gratis lagi, pengguna cukup melakukan login kembali,” kata George.

Menanggapi penyediaan layanan WiFi gratis itu, seorang penggiat komunitas Railfans, Rahmat Wijaya (19) mengaku senang.

“Selain kenyamanan bertambah, layanan tersebut memangkas ketertinggalan kualitas perkeretapian Indonesia dibandingkan layanan di negara lain, seperti Malaysia dan Singapura,” kata Rahmat.

Senada dengan Rahmat, penggemar dunia perkeretaapian dari komunitas Edan Sepur, M Alvin mengatakan, layanan gratis ini diharapkan akan menambah minat masyarakat untuk menggunakan layanan perkeretapian sebagai pilihan moda transportasi.

(Penulis: Peserta Susdape XIX Antara 2019/Aditya Pradana Putra)

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019