15 Tahun Bermusik, Indra Aziz Rilis Album Perdana “For Good”

Indra Aziz (Foto: Dok. Indra Aziz)

Jakarta: Indra Aziz akhirnya merilis album perdana bertajuk For Good. Album ini dirilis setelah dia lama berprofesi sebagai pelatih vokal selebriti dan terlibat dalam program TV populer seperti Indonesian Idol dan The Voice Indonesia.

“Semua itu adalah distraksi yang menyenangkan,” katanya, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id.

Album For Good berisi delapan nomor kagu dengan gaya musik jazz dan soul. Repertoar dalam album bercerita tentang dua tema favorit Indram cinta dan kehidupan.

Album ini dibuka dengan singel Come Love, komposisi lagu cinta bernuansa Brazilian dengan lirik mengandung makna penghormatan untuk Miles Davis dan Gene Krupa.

Pada track 5 ada singel Give Love, Get Love, Spread The Love dengan nuansa pergeseran jazz tradisional menuju nuansa musik soul. Tiga lagu berikutnya yakni Livin’ It Up, Times of Yesterday, dan For Good adalah komposisi terbaru dari Aziz.

Untuk tiga nomor lagu terakhir, Aziz dibantu vocal producer Irvan Natadinigrat untuk memproduksi aransemen vokal yang unik dan kaya.

Selain sempat merilis singel lepas, Indra Aziz juga memiliki YouTube channel bernama VokalPlus dengan 300 ribu subscriber. Sebelum album For Good, Indra merilis beberapa proyek singel lepas seperti Jakarta City Blues (2006), Pembohong (2013), Times of Yesterday (2014), serta proyek kolaborasi seperti duetnya dengan Danilla dalam kompilasi Tiga Dara-Aransemen Ulang Lagu Film (2016).

Indra Aziz juga memiliki versi big band dari lagu Ismail Marzuki yakni Sabda Alam dan dalam album Senandung Indonesia milik komposer Ricky Lionardi.

Album For Good dirilis perdana 8 Desember 2018.


 
(ELG)

Musik Indie dan Mainstream Kini Bersinergi

Lembu. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Energi musik independen tak sekental dulu. Indie yang dulu diartikan tampil dengan membentuk pasar kini bergeser parameternya. Tolokukur bukan lagi dari penampil, melainkan pemerhati dan penikmat musik.

“Saya melihatnya, musisi yang ada di atas dan di bawah mulai akan bertemu di tengah entah 2020 atau 2025. Yang di bawah seolah-olah menuju mainstream dan yang di atas menuju indie-indie-an,” papar Dava, drummer Polka Wars di kawasang Kemang, Jakarta Selatan, Kamis 6 Desember 2018.

Komentar selaras dituturkan Kuya, drummer The Panturas. Menurutnya, ukuran ‘bagus’ adalah seleksi alam untuk band indie yang dianggap memiliki taste yang memikat.

“Sudah melebur semuanya. Musik yang bagus dan mendapat perhatian yang bagus saja. Bahkan produk indie dan mainstream agak susah dilihatnya, membedakannya karena semua punya internet dan kesempatan,” papar Kuya.

Menurut Lembu, mantan vokalis Clubeighties menilai musik sekarang dibentuk oleh kolam musik independen. Fenomena serupa yang pernah terjadi ketika pop melayu menjamur, tetapi ini semangatnya beda.

“Kalau dilihat kepemilikan Indonesia sekarang di generasi sekarang. Yang lama masih bertahan masih punya novelty, legacy, masih ada. Sekarang banyak band baru bermunculan. Kadang kalau dilihat sama kayak dulu cuma memiliki energi berbeda,” papar Lembu.

“Mereka punya kekuatan. Banyak menjamur yang luar biasa. Kita yang baru kenal beberapa minggu terakhir memiliki potensi yang kuat. Ini memang generasi sekarang. Musik yang kita punya sekarang potensinya seperti ini,” pungkasnya.
 

(ELG)

Mondo Gascaro Rilis Album Soundtrack Kucumbu Tubuh Indahku

Jakarta: Mondo Gascaro bersama Ivy League Music dan Signature Music Indonesia baru saja merilis album soundtrack asli film Kucumbu Tubuh Indahku. Ini adalah film panjang terbaru garapan Garin Nugroho dengan kisah tentang Juno, penari lengger lanang yang mengalami berbagai trauma kekerasan tubuh sejak kecil. 

Album soundtrack memuat 11 lagu, meliputi penggalan scoring musik, gubahan ulang, dan satu lagu baru berjudul Dari Seberang. Lagu ini digarap Mondo bersama Garin. 

Menurut Mondo, Garin ingin memakai lagu dan musik dalam film sebagai penanda zaman yang membuka ingatan dan sejarah. Bagi Garin, Mondo adalah musisi yang tepat karena karya-karyanya selalu memuat ingatan akan Indonesia masa lampau dan hari ini. 

“Di sisi lain, karya Mondo mengedepankan kesederhanaan dan kemampuan mengelola perasaan atas pilihan aransemen,” kata Garin dalam pernyataan  resmi.

Sejumlah lagu gubahan ulang antara lain Hanya Semalam, Rindu Lukisan, dan Apatis yang dinyanyikan ulang Endah Laras, Tilly Haryoto, dan Mondo. Ada juga Bimbang Tanpa Pegangan yang dinyanyikan ulang oleh Danilla. 

Album versi digital telah tersedia di sejumlah platform  sejak 30 November 2018. Album fisik dirilis dalam bentuk CD pada hari ini, Senin, 3 Desember, bertepatan dengan pemutaran perdana filmnya di Indonesia dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2018. 

Sementara itu, Kucumbu Tubuh Indahku atau Memories of My Body telah diputar di sejumlah festival dunia dan meraih penghargaan. Antara lain Cultureal Diversity Award (UNESCO) lewat Asia Pacific Screen Award 2018, Bisato D’Oro Award lewat Venice Independent Film Critic 2018, serta Best Film lewat Festival Des 3 Continents Prancis. 

Berikut daftar judul lagu dalam album soundtrack asli Kucumbu Tubuh Indahku.

1. Leng (Monolog 1) – Mondo Gascaro, Rianto
2. Bimbang Tanpa Pegangan – Danilla
3. Tubuh dan Hasrat (Monolog 2) – Mondo Gascaro, Rianto
4. Hanya Semalam – Endah Laras
5. Godong Bayem (Monolog 3) – Mondo Gascaro, Rianto
6. Dari Seberang – Mondo Gascaro
7. Into the Clouds, Out of the Ocean – Mondo Gascaro
8. Rindu Lukisan – Tilly Haryoto
9. Padang Kurusetra (Monolog 4) – Mondo Gascaro, Rianto
10. Jangkrik (Monolog 5) – Rianto
11. Apatis – Mondo Gascaro


 

(ASA)

Belajar dari Pengalaman, Marcello Tahitoe Lepas Singel Munafik

Ello (Foto: Dok. Sony Music Entertainment)

Jakarta: Problematika asmara tak melulu menjadi sumber inspirasi bermusik. Marcello Tahitoe merilis singel bertajuk Munafik,  setelah berkaca dari lingkungan hidupnya yang dirasa penuh kemunafikan.

“Gue melakukan ini tanpa disengaja, tanpa ada unsur bisa meramal masa depan dan sebagainya, tapi gue menulis dari apa yang gue lihat dan rasakan di sekitar sehingga membuat gue tergugah untuk berekspresi,” papar musisi berusia 35 tahun itu dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id.

Munafik bercerita tentang orang-orang yang menggunakan topeng kesucian untuk menipu dengan kata-kata manis. Ini yang membuatnya kian mengangkat isu fenomena sosial sebagai inspirasi lagu.

“Semakin kesini, gue semakin simpel dalam menulis lagu, tinggal mainkan dengan instrumen yang tergolong basic dan organic. Munafik gue tulis bersama tiga teman band yang biasa tampil bareng di panggung, Enos Martyn (bas), Arden Wibowo (gitar) dan Robby Wahyuda (drum).”


Artwork lagu Munafik (Foto: Dok. Sony Music Entertainment)

“Tidak ada penggunaan synthesizer ataupun efek yang njelimet. Sepertinya, gue sedang berada pada tahap di mana gue menemukan formula yang nyaman dan pas untuk menulis lagu, simpel, raw dan spontan,” paparnya.

Tiga bulan sebelumnya, pelantun Benci tapi Rindu itu merilis singel mengangkat tema fenomena sosial bertajuk Sampah Sampah Dunia Maya.

Untuk mendukung karya musiknya, Marcell merilis artwork sebagai gambaran dalam singel terbarunya. Perilisan singel ini dibarengi video lirik di YouTube di bawah naungan label Sony Music Entertainment.

(ELG)

Serunya SORE HORE Vol I, Kolaborasi Komunitas Musik, Film, dan Seni

Jakarta: Kaskus menghadirkan SORE HORE Vol I, sebuah festival komunitas tematik berisi workshop DIY, bazaar, talkshow, music performance, nobar (nonton bareng), serta live mural bersama Harishazka dan Alipjon.

Festival tematik yang dilaksanakan pertama kalinya oleh Kaskus ini menyorot Pop Culture (musik, film, dan seni) sebagai tema utama. Antusiasme pengunjung tak terbendung pada dua hari penyelenggaraan, 24-25 November 2018, di Cerita Rasa, Ampera, Jakarta Selatan.

“SORE HORE hadir untuk merangkul komunitas dengan hobi dan minat tertentu pada setiap volumenya. Tidak terbatas hanya Kaskuser saja, untuk berkumpul, berdiskusi, dan berkreasi bersama sesuai tema yang diangkat,” kata Head of Marketing Kaskus Hilda Hendrio, dikutip siaran persnya.

“Sebagai platform diskusi online mengenai minat dan hobi, melalui SORE HORE, Kaskus ingin menjadi wadah bagi mereka yang memiliki minat yang sama untuk menjalin interaksi yang lebih erat dan peluang kolaborasi,” ucap Hilda menambahkan.

Pada hari pertama, SORE HORE Vol I dibuka dengan pelaksanaan workshop DIY Tote Bag Drawing bersama Martha Puri (@idekuhandmade). Dilanjutkan workshop Gouache Technique for Newbie bersama Citra Marina (@marinaesque). Selain itu, para pengunjung juga bergabung dalam Dialog Sore mengenai seni yang membahas mengenai Siasat Berkecimpung di Ranah Ilustrasi Masa, bersama Kemas Acil dan Rukmunal Hakim.

Suasana makin hangat dengan penampilan unik dan menghibur dari Later Just Find, Nonaria, serta Rayssa Dynta di area Main stage. Bersamaan dengan penampilan musik, sebagian pengunjung juga menghabiskan malam minggu dengan nobar film ADA Apa Dengan Cinta.

Pada hari kedua, SORE HORE Vol I menghadirkan Dialog Sore bertema Film dan Musik. Para pengunjung disuguhkan diskusi bertema Di Balik Kisah Musik Indonesia Menuju Pasar Global, bersama Adib Hidayat dan Ricky Virgana. Ada juga diskusi Membedah Ekosistem Perfilman Indonesia bersama Angga Sasongko dan Anandia Nurita dari Visinema Pictures.

Selain diskusi, diadakan workshop Handmade Cold Process Soap yang dipandu Molona (@molona.id) dan nonton bareng film 3 Hari Untuk Selamanya. Acara ditutup penampilan musik dari Mondo Gascaro, Goodnight Electric, dan Pemuda Sinarmas yang kian membakar semangat penonton.

(ROS)

Revenge The Fate Angkat Isu Kesehatan Mental di Lagu Paranoid

Revenge The Fate (Foto: dok. Revenge The Fate)

Jakarta: Grup musik metal Revenge The Fate (RTF) merilis singel terbaru bertajuk Paranoid. Lagu ini diusung sebagai napas baru RTF dalam bermusik dan buah dari pendewasaan diri.

Lagu Paranoid berangkat dari isu kesehatan mental yang kini menjangkit di kalangan muda-mudi. Lewat karya ini, RTF berharap Paranoid bisa membantu pendengar untuk lebih peduli terhadap depresi dan kecemasan.

Dalam perilisan karya ini RTF bekerja sama dengan Sehatmental.id, gerakan sosial yang juga startup social khususnya di bidang kesehatan mental yang didirikan oleh Ade Binarko, sosok pemerhati, aktivis sosial, dan pekerja kreatif.

RTF membawakan lagu ini dalam tur di negara tetangga dalam tajuk Awakening Malaysian Tour 2018. Tur ini bekerja sama dengan Saint Barkey brand sepatu lokal dari Bandung. Konser ini digelar di dua lokasi di Kuala Lumpur.

“Responsnya sangat bagus! Kami enggak nyangka sama sekali antusiasmenya sebesar itu karena kami enggak melakukan treatment khusus untuk distribusi lagu di luar Indonesia, terbukti dengan dua show kami di sana yang full dan penjualan merch on the spot yang kami bawa semuanya ludes habis terjual,” papar Zacky dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id.

RTF juga akan merilis album baru Awakening yang dilepas pada 1 Desember 2018. Album Awakening diklaim memiliki warna berbeda dari album sebelumnya, Redemption (2014).

“Nuansa darkness lebih kental dari segi musik dan lirik, juga keterlibatan dua personel baru Mow (gitar) dan Gery (gitar) yang mengisi part part guitar dengan sangat ciamik,” tutur Sona.

“Inti dari album ini kami ingin menyampaikan seburuk apapun kondisi yang kita alami kita harus tetap berpikir positif dan semangat menjalani hidup dan terus berbuat baik karena roda itu berputar,” tambah Zacky.

Album Awakening diproduseri Buster Odelhom dari Impact Studios Swedia. Studio ini dikenal acap kali menangani band metal dan label rekaman kelas dunia.

Perilisan album Awakening juga disambut dengan konser tunggal perdana RTF yang akan digelar di Gedung RRI Bandung. Untuk tiket dapat diperoleh di Saint Barkley dan situs musik crowdfunding Kolase.com.

 
(ELG)

Lagu Beautiful Soul Ditulis Sandhy Sondoro untuk Mendiang Adiknya

Jakarta: Sandhy Sondoro secara personal mempersembahkan album terbarunya, Beautiful Soul, untuk mengenang mendiang adiknya yang meninggal awal tahun lalu, satu bulan sebelum  rekaman dimulai. Ada satu lagu berjudul sama yang memang diciptakan khusus untuk sang adik.

“Album ini saya dedikasikan kepada almarhum adik kandung saya, yang pada 21 Februari 2017, meninggal. Namanya Ronny Agung Surono,” ungkap Sandhy dalam jumpa pers di kawasan Kemang, Rabu, 21 November 2018.

“Beliau baik dan juga bertalenta. Jago bikin musik dan nge-DJ,” imbuh Sandhy. Dia juga menyebut adiknya punya “jiwa bersih” seperti terwakili dalam judul lagu dan album.

Lirik Beautiful Soul secara gamblang memang mengungkap curahan hati sang penulis tentang seseorang yang dekat sejak kecil, tetapi sudah pergi, dengan harapan “semoga engkau lebih bahagia di sana di surga”.

Lagu tersebut dirilis bersama sembilan lagu lain dalam album yang juga mengambil judul Beautiful Soul. Terkait tajuk album secara umum, Sandhy menyelipkan harapan besar untuk situasi bangsa Indonesia yang lebih rukun dan damai. Situasi politik beberapa tahun terakhir, kata Sandhy, telah memecah persatuan masyarakat.

“Kita sebenarnya punya beautiful soul. Terinspirasi situasi politik dan segala macam yang terjadi di Indonesia beberapa tahun terakhir – saya sedih. Zaman saya SD, SMP, SMA, enggak ada perpecahan dan sikap merasa paling benar,” ungkapnya.

“Intinya, saya ingin Indonesia damai lagi dan orang-orangnya punya jiwa-jiwa yang bersih, terlepas dari apapun agama dan ras. Saya pernah tinggal lama di Berlin, tetapi bagaimanapun, saya cinta negara saya,” imbuh Sandhy.

Beautiful Soul dirilis di bawah naungan label Jagonya Musik & Sport Indonesia dan Best Beat Music. Rilisan digital tersedia di sejumlah platform streaming dan unduhan. Rilisan fisik dalam bentuk CD dan dijual di gerai KFC.

(ELG)

Bawa Misi Lombok Bangkit, Senggigi Sunset Jazz Hadirkan Andien dan Pusakata

Jakarta: Mandiri Senggigi Sunset Jazz kembali digelar tahun ini. Namun, ada misi mulia di balik Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 yaitu menyampaikan pesan agar Lombok kembali bangkit.

Sesuai namanya, acara jazz ini digelar di Pantai Senggigi, salah satu pantai di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Seperti diketahui, wilayah ini baru saja mengalami gempa hebat. Karena itu, Senggigi Sunset Jazz 2018 membawa energi kebangkitan kembali Lombok.

“Pentas ini membawa energi kegembiraan dan kerja sama kepada seluruh Lombok yang sedang menggeliat lagi untuk bangkit setelah rangkaian gempa,” kata CEO ArchiSS selaku penyelenggara, Nety Rusi dalam keterangan tertulisnya.

Senggigi Sunset Jazz 2018 akan digelar pada Minggu 9 Desember 2018. Selain akan menyajikan musik berkualitas,  Senggigi Sunset Jazz 2018 menawarkan keindahan alam kepada penontonnya. Tahun ini, Senggigi Sunset Jazz 2018 dimeriahkan sejumlah nama besar di pentas musik Tanah Air seperti h Andien, Indra Lesmana, RAN, Vina Panduwinata, Pusakata, Eva Celia dan Brigita.

“Saya antusias sekali tampil di acara itu. Apalagi ini untuk Lombok Bangkit. Dengan band yang dipersiapkan khusus untuk acara itu, sebuah kolaborasi yang kami namakan jaztronik, akan menghadirkan jazz dengan arransemen baru yang dibuat Ikmalgoeslan, Clement, dan Timmy Noya,” kata Vina Panduwinata.

Acara ini pun mendapat dukungan penuh Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid. Dia berharap Senggigi Sunset Jazz 2018 bisa memberikan bukti jika kawasan Lombok sudah bisa dikunjungi wisatawan.

“Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 menjadi undangan terbuka buat semua pihak. Di samping sebagai ungkapan suka cita dan terima kasih atas perhatian, bantuan, dan kebersamaan saat bencana, pagelaran ini juga menjadi kabar bahwa Lombok Barat sudah bangkit. Kami mengajak semua pihak untuk kembali menghidupkan kegembiraan dan keindahan berwisata di Lombok Barat, khususnya Senggigi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Bank Mandiri yang berharap penyelenggaraan festival jazz di Senggigi ini dapat mendorong pemulihan kembali ekonomi dan wisata di Lombok. “Mudah-mudahan melalui penyelengaraan festival musik ini, pariwisata Lombok dapat kembali pulih. Hal ini juga menjadi salah satu komitmen kami, selalu hadir untuk negeri,” kata Vice President CSR Center Bank Mandiri Arhimbawa.

(ELG)

Rilis Singel Baru, Sore Angkat Kegelisahan Cinta Picisan

Artwork singel Rubber Song (Foto: Dok. Sore)

Jakarta: Grup band Sore dan Vira Talisa berkolaborasi. Kedua kubu dengan warna kental masing-masing sebagai entitas mereka kini melebur dalam satu lagu bertajuk Rubber Song.

Sore dengan musik pop yang eksploratif dan Vira Talisa dengan gaya retro dan sentuhan Perancis seperti sudah melekat di setiap karya dan aksi panggungnya.

Keduanya bertemu dan mengangkat kisah picisan yang kerap dianggap sebelah mata.

“Kami sering bertanya-tanya, kenapa segala sesuatu yang terkesan picisan seringkali dianggap remeh oleh banyak orang? Padahal di balik itu banyak tersimpan sentimen paling murni dari semua tema yang sering diangkat. Kegelisahan itu yang menjadi cerita lagu ini,” ungkap pihak Sore, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id.

Sore adalah grup musik yang terbentuk sejak 2002. Karya musik mereka telah direkam dalam tiga album penuh, satu kompilasi dan satu EP. Dalam lagu Rubber Song, mereka kembali sebagai penanda babak baru di industri musik. Sore hingga kini digawangi Bembi Gusti (Drum, Vokal), Reza Dwi Putranto (Gitar, Vokal), Awan Garnida (Bass, Vokal), serta Ade Paloh (Gitar, Vokal).

Vira Talisa, musisi yang awalnya melakukan cover musik melalui YouTube telah sukses melalui karyanya sendiri. Dua singel, Walking Back Home dan Janji Wibawa menjadi dua singel populer Vira Talisa. Musisi ini kental dengan sensibilitas pop/doo-woop khas Eropa.

Eksplorasi musik mereka terdengar lebih lugas dan fuzzy. Kendati melebur, Sore masih tetap menunjukkan rhyming khas di bagian refrain dan Vira Talisa dengan aksen Prancis di akhir lagu.

“Vira membawa sentuhan ‘emas’ mediterania yang tenang ke lagu yang ‘tropis’ ini. Kemudian, ada rasa sedikit ‘gila’ dari kami untuk membawanya bernyanyi lebih ‘manic’ di tengah kekalutan lagu Rubber Song ini,” ungkap pihak Sore.

Rubber Song akan dirilis di berbagai platform layanan streaming yakni Spotify, Apple Music dan YouTube.

(ASA)

Jerinx SID Sebut Via Vallen “Playing Victim”

Jakarta: Setelah penyanyi Maulidia Octavia alias Via Vallen menyatakan permintaan maaf dan klarifikasi terkait lagu Sunset di Tanah Anarki versi dangdut koplo, Jerinx drummer Superman is Dead langsung memberi respons lanjutan. Jerinx SID menyebut Via tidak paham substansi masalah yang dikeluhkan dan menegaskan dirinya tidak mencari kompensasi komersial. 

Sebelumnya, Jerinx memarahi Via dan para penyanyi dangdut lain karena lagu SID berjudul telah dibawakan ulang dalam versi dangdut koplo di panggung musik. Dia menyebut Via telah “merusak roh dari karya” dan sekadar mencari keuntungan komersial dari lagu milik musisi lain tanpa izin.

Berselang dua hari, lewat media sosial yang sama, Via menyatakan permintaan maaf karena telah membawakan lagu tersebut secara dangdut. Namun Via memberi klarifikasi bahwa dia tidak pernah mengambil keuntungan komersial dari Sunset di Tanah Anarki karena pihaknya tidak merilis lagu tersebut dalam VCD/DVD dan tidak menerima hasil monetisasi atas video penampilan yang beredar di YouTube. 

Selain itu, Via menyatakan enggan bertemu Jerinx secara personel terkait masalah ini. Via geram karena disebut sebagai “fucking whore”. 

Dalam dua postingan terbaru @jrxsid di Instagram pada Senin siang, 12 November 2018, Jerinx memberikan tanggapan. Dia menyebut Via melakukan “playing victim” atau berpura-pura menjadi korban.

“Sudah terbaca narasinya. Playing victim terus hingga orang lupa substansi permasalahan,” tulis Jerinx. “Analoginya: masuk dapur orang tanpa permisi, makan yang bisa dimakan, saat dimarahi tuan rumah karena dapurnya jadi kotor, langsung deh main (drama) sinetron. Tipikal manusia enggak tahu terima kasih.” 

Lantas Jerinx menjelaskan lebih lanjut maksud kemarahan serta kenapa terkesan hanya Via Vallen yang diserang. Menurut Jerinx, Via penyanyi paling terkenal untuk “genre tersebut”. 

“Imbasnya bakal besar untuk menyadarkan penyanyi lain, baik sengaja maupun tidak, yang ‘makan’ dengan cara merusak roh lagu orang lain,” lanjut Jerinx. Dia memberi perbandingan, bahwa ketika sejumlah musisi giat menolak reklamasi Telok Benoa, hanya SID yang dilarang tampil di panggung musik, sedangkan musisi lain tetap lancar. 

Jerinx juga menegaskan mereka tidak hendak mencari ketenaran atau hasil komersial.Album terbaru mereka, Tiga Perompak Senja, baru saja dirilis pekan lalu. Mereka enggan lagu-lagu baru ini mendapat perlakuan sama seperti Sunset di Tanah Anarki, yang mereka anggap telah kehilangan makna setelah dibawakan ulang dalam dangdut koplo. 

“Pihak Istana (Presiden) ingin membeli lagu saya saja, saya tolak,” ungkap Jerinx.

“Kami bukan pelacur, silakan googling. Saya hanya inginkan kesadaran. Jika tak paham akan lirik atau esensi lagu SID, tolong jangan merusak. Jika paham, lakukanlah dengan kesadaran dan itikad baik – untuk sesama, sejarah, masa depan, serta bumi pertiwi,” pungkasnya. 

Medcom.id telah mencoba menghubungi Jerinx untuk meminta penjelasan langsung, tetapi belum mendapat tanggapan. 

(ASA)

Barasuara Tampil dengan Teman Tuli di Ismaya 15

Jakarta: Grup musik Barasuara tak ada ubahnya dengan aksi panggung di beberapa acara. Tetap enerjik dan membara.

Menariknya, dalam panggung ini Barasuara menggandeng penari dari Teman Tuli, Hasna Mufidah atau yang kerap disapa Mufi. Barasuara berkolaborasi dengan Mufi dalam lagu Tirai Cahaya. Sebelumnya, Mufi juga berkolaborasi dengan grup vokal Trisouls dalam video musik bertajuk Isyarat.

“Di lagu ini kami akan membawakan lagu baru Tirai Cahaya. Malam ini kami berkesempatan mengundang salah satu penari dari Teman Tuli, Hasna Mufidah, yang akan menari bersama kita semua. Panggilannya Mufi,” ujar Iga dalam perayaan Ismaya 15 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 9 November 2018.

Tak hanya Mufi, empat penari perempuan menemani Barasuara setelah Mufi. Mereka membawakan lagu Taifun lewat tarian.

“Lagu berikutnya kami menghadirkan penari lagi, kali ini empat orang. Melagukan bersama lagu Taifun. Mereka akan merepresentasikan Taifun dalam gerak dan kami memainkan musik untuk kalian semua.”

“Terma kasih untuk ide brilian ini. Terima kasih. Kami sudah lama enggak main lagu Taifun. Jadi, spesial untuk Ismaya 15,” ucap Iga yang dengan semangat membawakan lagu Taifun.

Di sela aksi panggung, Gerald Situmorang mengumumkan Iga berulang tahun. “Iga Massardi ulang tahun juga hari ini,” kata Gerald.

Barasuara membuka aksi panggung mereka pada pukul 20.05 WIB. Lagu pertama yang dibawakan yakni Hagia disusul Nyala Suara, Sendu Melagu, Tirai Cahaya, dan singel terbaru Guna Manusia, serta lagu pamungkas Api dan Lentera.

Sebagai penutup, Barasuara mengajak para penonton berdansa lewat lagu Bahas Bahasa.

“Ini lagu kami bikin untuk kalian joget-joget, silakan sikat aja, guys,” kata Iga.

Panggung Barasuara berakhir sekitar pukul 20.45 WIB.

Album kedua Barasuara bertajuk Pikiran dan Perjalanan. Album ini rencananya  mengemas sembilan nomor lagu, salah satunya Guna Manusia. Pada pertengahan tahun ini, Barasuara bergabung dengan label baru besutan Ismaya, Darlin’ Records.

(ELG)

Manual Lengkap Mengenal Guns N’ Roses

Guns N’ Roses akan kembali mengentak Indonesia pada Kamis, 8 November 2018 di Stadion Gelora Bung Karno. Kedatangan Guns N’ Roses ke Indonesia kali ini spesial. Mereka datang membawa nostalgia yang sempat lama terpencar, yaitu bersatunya kembali Axl Rose (vokal), Duff McKagan (bass) dan Slash (guitar). Kemudian diperkuat Dizzy Reed (keyboard), Richard Fortus (rhytm guitar), Frank Ferrer (drum) dan Melissa Reese (keyboard).

Guns N’ Roses adalah band istimewa. Setiap hari, entah di belahan dunia mana, akan ada anak-anak muda yang merasa terhubung dengan musik mereka. Akan ada sekumpulan remaja yang dengan antusias membahas album Appetite for Destruction seolah mereka baru saja menemukan harta karun. Akan ada gitaris-gitaris muda yang sedang bermain gitar dalam kamar sambil berangan ingin menjadi seperti Slash.

Bahkan sampai di pasar tradisional (flea market) nun jauh di atas gunung, di tempat paling terpelosok di planet ini, akan dapat ditemui video konser Guns N’ Roses di tengah-tengah deretan DVD bajakan.

Guns N’ Roses telah berhasil mencuri hati generasi muda, atau mereka yang pernah merasa muda. Musik mereka yang tak bernada menggurui membuat anak muda merasa nyaman menemukan diri mereka sendiri. Dan bagi band-band dari generasi yang sesudahnya, Guns N’ Roses adalah rocker yang dituakan dan dihormati, an elderly rock state men, yang menjadi sumber inspirasi mereka dalam bermusik.

Bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh Guns N’ Roses, Medcom.id menyajikan perjalanan lengkap dan kisah menarik mereka dalam tautan berikut:

Guns N’ Roses, Legenda Rock N’ Roll dari Hollywood

(ELG)

Festival 50 Tahun TIM, TransJakarta Sediakan Bis Gratis ke Lokasi

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta akan menggelar festival seni dan budaya untuk merayakan 50 tahun Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 7-11 November 2018. Demi mendukung acara ini, TransJakarta menyediakan bis gratis menuju lokasi pada dua hari terakhir festival, Sabtu dan Minggu.

Menurut Direktur Operasional TransJakarta Daud Joseph, bis khusus ini akan berkeliling mulai Stasiun Cikini hingga Stasiun Gondangdia melewati Jalan Teuku Umar dan Jalan Cikini Raya. Ada 17 titik naik dan turun penumpang, termasuk TIM, di sepanjang rute. 

“TransJakarta akan mengadakan layanan shuttle bus gratis, semata-mata untuk membuat orang tertarik mengikuti acara ini,” kata Daud dalam jumpa pers di kawasan TIM, Senin, 5 November 2018.

“Kami rancang rute yang ramah integrasi. Dua stasiun terkaver oleh layanan shuttle ini,” imbuhnya. 

Bis rute Cikini-Gondangdia-TIM akan beroperasi mulai pagi pukul 5.00 WIB hingga malam pukul 22.00 WIB. Bis akan tersedia setiap 10 atau 20 menit sekali, menyesuaikan kepadatan penumpang yang ingin memakai layanan tersebut. 

Rute khusus tersebut hanya beroperasi selama dua hari terakhir festival. Namun menurut Daud, pihaknya hendak mengusulkan itu menjadi trayek tetap. 

“Setelah acara selesai, rute ini diusulkan menjadi tetap,” ungkapnya. 

Kerja sama festival dengan TransJakarta sebenarnya juga untuk memberi kemudahan para pengunjung untuk menuju TIM. Pasalnya, selama dua hari tersebut, Jalan Cikini Raya dan beberapa ruas jalan sekitar akan ditutup sementara karena kirab budaya, bazar, dan karnaval akan digelar di sana. 

“Dimulai pada jam 11 sampai 22, jalanan itu akan ditutup tetapi tidak permanen. Penutupan permanan akan dilakukan pada 15.30 sampai 16.30 saat karnaval memasuki Cikini Raya,”  ungkap Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Harlem Simandjutak. 

Festival 50 tahun TIM dihelat dalam tajuk “Seni Bersama, Bersama Seni” dan menampilkan seniman lintas bidang dan generasi. Sejumlah penampil utama antara lain OM Pancaran Sinar Petromaks, White Shoes and the Couples Company, Kunto Aji, Maliq & D’Essentials, dan wayang kulit dari dalang Ki Sigid Ariyanto. 

(ASA)

Setelah Asia, Red Velvet Gelar Tur di Amerika

Grup girlband Red Velvet siap mempromosikan album mini terbarunya Summer Magic di Amerika. Grup beranggotakan lima personel itu akan bertandang ke lima negara di Amerika Serikat melanjutkan tur konser RedMare yang sebelumnya digelar di Asia.

Tur ini dibuka pada 4-5 Agustus di Seoul, disusul dengan kunjungan ke tiga negara lain yakni Bangkok, Taipei, dan Singapura. Belum ada rilisan resmi Red Velvet akan bertandang ke Indonesia. Perjalanan ini dalam rangka mempromosikan album mini terbaru mereka, Summer Magic yang baru dirilis pada 6 Agustus lalu.

Singel Power Up menjadi lagu utama dalam album. Lagu ini bahkan menapaki posisi puncak dalam tangga lagu di Korea Selatan, China, serta 28 negara bagian lain termasuk India, Turki, Meksiko, Yunani, Spanyol, Portugal, dan Brasil.

Tur konser RedMare Red Velvet SBOBET di Amerika akan diadakan pada Februari 2019. Dimulai dari Pasadena Civic Auditorium, Los Angeles, California (8 Februari), The Theatre at Grand Prairie, Dallas, Texas (10 Februari), Fillmore Miami Beach, Miami, Florida (13 Februari), Chicago Theatre, Chicagol, Illinois, 15 (Februari), dan NJ Performing Arts Center, Newark, NJ (17 Februari).

Red Velvet adalah grup K-pop di bawah naungan agensi SM Entertainment. Mereka memulai debut pada 1 Agustus 2014 melalui singel Happiness. Red Velvet awalnya dibentuk dalam formasi empat personel, Bae Joo-hyun (Irene), Kang Seul-gi (Seulgi), Son Seung-wan (Wendy), dan Park Soo-yeong (Joy). Pada Maret 2015, Yeri bergabung sebagai personel kelima.

Nola BE3 Menilai Lagu-lagu Anak Kian Berkembang

Naura dan Nola BE3. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Nola BE3 tampak memberikan dukungan penuh pada anak perempuannya, Naura berkecimpung di industri musik. Putrinya tersebut dibimbing mulai dari album debut Dongeng (2013).

Melihat perkembangan musik Indonesia, Nola menganggap potensi pasar musik anak di Indonesia sekarang kian beragam. Termasuk bisa menjanjikan.

“Menjanjikan kayaknya, makin tahun musik anak-anak makin berkembang, makin banyak anak-anak Indonesia mencoba peruntungan di industri musik,” kata Nola kepada Medcom.id di kawasan Jakarta Selatan, Jumat, 2 November 2018.

Ia berpendapat, untuk persebaran lagu-lagu anak di Indonesia hanyalah soal selera.

“Masalah diterima apa tidak diterima itu dikembalikan lagi ke masyarakat pecinta musik Indonesia. Bahkan sebelum Naura juga banyak penyanyi anak yang sebenarnya ada tapi belum muncul saja di permukaan,” paparnya.

Soal genre musik Naura pada album keempat ini Naura masih menyuarakan cinta dalam bentuk universal. Genre musik kini pun kian beragam dengan masukan jenis musik dari luar Indonesia. Sehingga, Nola tidak sepakat jika saat ini industri musik tengah dikuasai satu genre musik saja.

“Kalau genre apa aja ya, kalau musik karena masalah selera. Karena genre macam-macam ada hip hop, pop. Tapi buat aku sekarang beragam deh. Musik Indonesia sudah beragam, masuk dari luar. Sudah enggak ada genre-genrean sekarang,” paparnya.

(ELG)

Naura Sebarkan Pesan Kasih Sayang lewat Album Katakanlah Cinta

Jakarta: Adyla Rafa Naura Ayu kembali merilis karya terbaru. Tepat di usia 13 tahun, putri dari penyanyi Nola BE3 itu merilis album keempat bertajuk Katakanlah Cinta. Sebagai perkenalan album, Naura melepas singel utama berjudul sama.

“Lagunya tentang kita, harus ingat untuk ngomong I love you, I miss you. Habiskan waktu sama orang-orang yang kalian sayangi. Jadinya sebelum terlambat, menyesal, mendingan kita menghabiskan waktu bersama,” kata Naura dalam perilisan album Katakanlah Cinta di KFC Gunawarman, Jakarta Selatan, Jumat, 2 November 2018.

“Lagu ini bikin kalian langsung bilang I love you, I miss you. Bikin kalian sayang sama semua orang yang disayangi terutama keluarga.”

Selain Katakanlah Cinta, Naura juga menciptakan lagu untuk para penggemar setianya, Teman Naura lewat lagu Selamanya Untukmu (#TemanNaura).

“Sebenarnya lagu awalnya buat sahabat-sahabat aku tapi aku pikir juga cocok untuk teman Naura dan aku pikir mereka bakal ada sampai Naura besar nanti,” tuturnya.

Album Katakanlah Cinta adalah album keempat Naura sepanjang berkarier. Ia memulai debutnya lewat album Dongeng (2013), Langit yang Sama (2016), Soundtrack Naura & Genk Juara (2017). Selain mengisi soundtrack, Naura bermain dalam Naura & Genk Juara sebagai pemeran utama.

Sembilan dari 11 nomor lagu di album keempat ini juga bercerita tentang cinta yang universal. Di antaranya Mendengar Alam (solo version), Karena Kamu Artinya Cinta (Sentuhan Hati), Dunia Kita Penuh Cinta, Untuk Tuhan, Bully, Who You Are, Jangan Jangan, Aku Indonesia, Juara (solo version).

Beberapa dari kesebelas lagu digarap oleh Mhala dan Tantra Numata sebagai komposer dengan music director Ava Victoria.

Rencananya album Katakanlah Cinta dirilis kembali pada Januari 2019 dengan menyisipkan augmented reality dari Naura. Teman Naura diharapkan bisa lebih dekat ketika membeli album Naura.

Album ini didistribusikan oleh Trinity Optima Peoduction bersama Jagonya Music & Sport.
Singel Katakanlah Cinta telah dirilis lebih dulu melalui YouTube pada 4 September 2018.

(ELG)

Jason Mraz Gelar Tur Asia Mei 2019

Jakarta: Musisi Jason Mraz akan menggelar panggung konser di beberapa negara Asia. Panggung tur Asia Jason Mraz akan digelar sepanjang bulan Mei 2019.

Dikutip dari laporan Billoard, ada 6 kota di negara berbeda yang akan disinggahi musisi asal Virginia tersebut. Pekan pertama dimulai di Manila (8 Mei), Singapura (11 Mei), Hong Kong (17-18 Mei), Bangkok (21 Mei), Taipei (25 Mei) dan Shanghai (akan diumumkan).

Sebelumnya, Jason Mraz baru merampungkan panggung musiknya di Singapura pada 27 Oktober 2018 di National Stadium.

Jadwal tur konser diumumkan usai perilisan album studio keenam Jason Mraz bertajuk Know. Album ini memulai debutnya dalam Billboard 200 dan bertengger dalam daftar 10 album teratas. Lagu utama Have it All menapaki posisi puncak dalam tangga lagu iTunes di beberapa negara termasuk Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Thailand.

“Aku tertarik untuk menjelajah dan beraksi di panggung untuk para pendengar di Asia. Aku merasakan rasa syukur dan antusiasme yang tidak biasa dari beberapa tempat lain di dunia, yang membuat aksi panggungku seperti sebuah acara dan bukan sekadar pertunjukan.”

“Partisipasi penonton Asia begitu harmonis dan supersonik. Aku sangat ingin kembali, kembali terhubung dan kembali merasakan kegembiraan itu,” ungkap Jason Mraz kepada Billboard Radio China melalui surel email.

Jason Mraz termasuk musisi distingtif yang memiliki pesan khusus di setiap lagu besutannya. Karya lagu yang dirilis memuat pesan-pesan positif yang mampu penggemar dari beberapa negara berbeda. Ia juga memiliki Jason Mraz Foundation untuk memberi edukasi tentang seni dan berbagai bidang dalam penyetaraan kualitas.

Kendati musik Jason Mraz cukup diminati di Indonesia, belum ada keterangan resmi musisi berusia 41 tahun itu akan bertandang ke Indonesia.

(ELG)

Andien, Reza Artamevia dan Glenn Fredly Sukses Meriahkan Maumere Jazz Fiesta Flores 2018

Reza Artamevia di Maumere Jazz Fiesta Flores (Foto: Dok. Maumere Jazz Fiesta Flores)

Jakarta: Panggung musik Maumere Jazz Fiesta Flores memasuki tahun ketiga. Dalam gelaran ini sejumlah musisi seperti Glenn Fredly, Andien, serta Reza Artamevia turut memeriahkan acara yang diselenggarakan pada Minggu, 28 Oktober lalu.

“Senang dan terkejut banget dengan situasinya di Maumere,” kata Reza Artamevia saat baru mendarat di Maumere, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id.

Gelaran musik jazz semakin kental dengan kehadiran musisi yang aktif menggali kekuatan tradisi yakni Ivan Nestorman, Adi Darmawan, dan Krisna Prameswara yang tergabung dalam Komodo Project.


Maumere Jazz Fiesta Flores (Foto: Dok. Maumere Jazz Fiesta Flores)

Selain ketiga musisi di atas, RAN, Papua Original serta Gilang Ramadhan ikut memberikan warna pada gelaran musik jazz nusantara tersebut.

Melchias Markus Mekeng, penggagas Maumere Jazz Fiesta Flores 2018 bersyukur perhelatan ini dapat digelar kembali pada tahun ketiga.

“Saya bersyukur Maumere Jazz Fiesta mampu memperkenalkan nama Maumere pada percaturan Jazz Festival di Indonesia, sekaligus memperkenalkan Maumere sebagai salah satu destinasi yang memiliki kekayaan alam yang indah. Event Maumere Jazz Fiesta ini merupakan sebuah event tahunan yang diharapkan memberi dampak positif untuk memperkenalkan Maumere sampai pada level internasional,” tuturnya.

Acara ini digagas oleh Yayasan Bapa Bangsa, Warta Jazz, serta diorganisir oleh Jalamaya Productions.

 
(ELG)

PSY Yakin Masih Bermusik hingga 20 Tahun Mendatang

Seoul: Sejak melejit lewat singel Gangnam Style pada 2012, Park Jae-sang atau PSY masih melanjutkan kiprahnya di panggung musik. Musisi 40 tahun ini mengaku tak bisa jauh dari musik sehingga yakin akan tetap bermusik hingga 20 tahun lagi.

“Sebelum akhirnya saya mulai bermusik, saya menghabiskan masa muda tanpa bisa fokus hanya pada satu hal. Setelah bermusik, saya menghabiskan beberapa malam bekerja untuk musik, dan bahkan hingga 20 tahun ke depan,” kata musisi yang sempat mengenyam pendidikan di Barklee College Music, dilansir dari Soompi.

Tarian dansa Gangnam Style mendadak viral sejak PSY merilis lagu tersebut. Pada November 2016 lalu, PSY sempat bertandang ke Tangerang. Ia merasa senang banyak penikmat musik Indonesia menggemari Gangnam Style.

Pada Mei 2018, PSY resmi keluar dari manajemen YG Entertainment. “Kami telah memutuskan, melalui diskusi intens untuk mengakhiri kontrak, menghormati keputusan PSY yang ingin mencari tantangan baru,” papar perwakilan pihak YG Entertainment saat itu.

PSY telah bergabung dengan YG Entertainment selama satu dasawarsa. Meski lepas dari label yang juga menaungi CL dan Blackpink tersebut, PSY tetap produktif.

Album terakhir PSY di bawah naungan YG dirilis tahun lalu dengan judul 4X2=8 dengan singel perkenalan I Luv It, New Face, dan Love, berkolaborasi dengan Taeyang Big Bang.

(ELG)

Ian Antono Sebut Sheila On 7 Band Bagus

Ian Antono saat tampil di Synchronize Festival 2018 (Foto: Medcom.id/Shindu Alpito)

Yogyakarta: Gitaris God Bles, Ian Antono, berkomentar tentang beberapa band yang ada di industri musik Indonesia.

Ditemui di sebuah hotel di Yogyakarta, gitaris yang kini berusia 68 tahun itu menyebut SBOBET Indonesia dua nama band yang cukup membuatnya terkesan.

“Saya banyak dengar (band era sekarang) dari anak saya, si Rocky.”

“Banyak (yang bagus), di antaranya Edane. Ada band kayak Sheila On 7 yang secara pop bagus,” ujar Ian.

Edane, grup yang disebut Ian merupakan grup rock yang dibentuk oleh Eet Sjahranie. Eet sendiri sempat menggantikan Ian saat vakum dari God Bless di era 1990-an.

Tahun ini grup musik Ian, God Bless, memasuki usia 45 tahun. God Bless akan menggelar konser ulang tahun pada 3 dan 4 November 2018 di Auditorium – Telkom Landmark Tower, Jakarta.

(ASA)

Megadeth Maksimal di Jogjarockarta

Yogyakarta: Megadeth merupakan keluarga “The Big Four” paling sering datang ke Indonesia. Dari empat kali kedatangan, dua di antaranya Megadeth tampil di luar Jakarta. Pada Sabtu, 27 Oktober 2018, Megadeth tampil di Stadion Kridosono, Yogyakarta dalam festival musik rock Jogjarockarta.

Dave Mustaine hadir di Jogja sejak Kamis, 25 Oktober. Kedatangan lebih awal bukan mereka lalukan untuk plesir, tapi untuk mempersiapkan konser agar maksimal. Pada Jumat sore, H-1 konser,  Dave turun tangan langsung untuk memimpin sound check. Dari sini kita melihat bagaimana grup berusia 35 tahun itu sangat detail untuk urusan penampilan.

Beredar juga kabar bagaimana Dave sangat memperhatikan hal kecil saat sound check. Dia mengatur ketinggian stand microphone seluruh personel Megadeth, hingga mengatur tata letak pengeras suara yang mungkin akan menghalangi penonton saat melihat aksi panggungnya. Semua itu tidak luput dari perhatian Dave.


(Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Jogjarockarta sejak tahun pertama punya konsep unik soal tata panggung. Mereka menggelar dua panggung, satu untuk para penampil lokal, satu lagi untuk band utama.

Hasil dari etos kerja Dave untuk urusan panggung berbuah manis di Yogyakarta. Sependengaran kami, Megadeth mampu memproduksi suara yang sangat baik. Terdengar pas. Detail-detail suara tersampaikan dengan baik.


(Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Pada awal penampilan, Dave mengatakan bahwa mereka rela terbang jauh-jauh dari Amerika ke Indonesia untuk satu kali konser. Ini menunjukan bagaimana Dave menganggap penggemarnya adalah sesuatu yang sangat penting.

Benny, seorang wartawan senior sekaligus penggemar sejati Megadeth yang ikut menyaksikan Megadeth di Jogjarockarta punya pandangan tersendiri atas sosok Dave yang unik itu.

“Dalam wawancara dengan Billboard, Dave sempat bilang bahwa selama bernapas, Megadeth akan datang ke manapun mereka diinginkan,” ujar Benny mengomentari bagaimana sang legenda yang saat ini berusia 57 tahun, namun masih tetap setia menyambangi penggemarnya yang tersebar di penjuru-penjuru dunia.


(Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia Communication, usai penampilan Megadeth mengatakan bahwa pihaknya baru dikabari bahwa aksi Megadeth di Kridosono adalah penutupan dari tur album Dystopia mereka. Sebuah album yang membawa mereka meraih Grammy Awards untuk pertama kali setelah lebih dari 30 tahun bermusik.

Kilas balik ke tahun 1983, saat itu Dave dipecat oleh Metallica karena alasan sikapnya yang sering kelewat batas, kecanduan alkohol dan narkoba. Sebuah peristiwa yang benar-benar mengubah hidup Dave. Saat itu Dave sangat terpuruk. Dia merasa tidak pernah diperingatkan sebelumnya dan tidak pernah mendapat kesempatan kedua. Telak.


(Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Belum selesai sampai di situ, Metallica bukan dengan pesawat memulangkan Dave ke California dari New York. Melainkan dengan bus. Lagi-lagi, sebuah perlakuan yang menyakitkan.

Rasa sakit hati itu pada akhirnya membawa Dave pada motivasi untuk “mengalahkan” Metallica.

Dalam perjalanan bus yang membosankan, Dave memutuskan untuk menulis lirik pada secarik kertas. Halaman utama kertas itu bertuliskan pesan dari Senator Alan Cranston, “The arsenal of megadeath can’t be rid.”

Kata “megadeath” menginspirasi Dave. Dia merasa itu adalah idiom yang bakal keren jika jadi nama band metal. Akhirnya, Dave menghilangkan huruf “a” pada “death,” hingga jadi “megadeth.”

Dalam perjalanannya, cita-cita Dave terwujud. Megadeth jadi salah satu band paling berpengaruh dalam ranah thrash-metal. Layak bersanding dengan Metallica yang pernah mencampakannya. Lebih baiknya lagi, dalam beberapa kesempatan Dave mengaku sudah “move-on” dari peristiwa menyakitkan itu.


(Foto: Agustinus Shindu Alpito)

15 ribu penonton Jogjarockarta jadi saksi bagaimana Dave bersama Megadeth tampil maksimal di hadapan mereka. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jadi salah dari belasan ribu penonton.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya diundang langsung oleh Megadeth via Twitter, berhalangan hadir. Namun, Jokowi memberikan pesan video yang diputar sesaat sebelum Megadeth tampil.

“Saya penggemar Megadeth, band rocknya Dave Mustaine, saya suka lagu Sweating Bullets, Ashes In Your Mouth, dan Wake Up Dead, tapi enggak tahu nanti dimainkan atau tidak. Selamat menonton semuanya,” ucap Presiden ke-tujuh Indonesia itu.

Dua dari lagu yang disebut Jokowi pada akhirnya dimainkan oleh Megadeth, yaitu Sweating Bullets dan Wake Up Dead.

Selain itu, mereka membawakan antara lain Hangar 18, Tornado of Souls, Threat is Real, The Conjuring, A Tout Le Monde, Trust, dan tentu saja Dystopia.

Holy Wars…The Punishment Due dari album Rust In Peace dipilih Dave sebagai tanda perpisahan mereka.

Sampai jumpa lagi, Megadeth!
    

(DEV)

Seringai: Jangan Memilih yang Dulunya Suka Menculik!

Yogyakarta: Sikap kritis Seringai terhadap situasi sosial bukan saja terekam dalam lagu-lagu mereka. Tidak jarang di atas panggung, Arian – sang vokalis – berkomentar tentang berbagai isu politik yang sedang hangat di masyarakat.

Celotehan Arian soal politik juga terjadi di panggung Jogjarockarta 2018. Kali ini, Arian mengomentari kontestasi pemilihan presiden 2019.

“Ada usaha memecah belah kalian (oleh politikus), terserah mau golput atau memilih yang lebih baik. Tapi sebaiknya jangan memilih yang dulunya suka menculik. Banyaklah membaca sejarah,” kata Arian, disambung dengan lagu Persetan. Sebuah lagu dari album terbaru mereka, Seperti Api.

Selain itu, Arian juga menyampaikan pesan agar penggemarnya di Yogyakarta untuk menjaga nilai-nilai toleransi.

“Jogja kota toleran tapi beberapa belakangan ini (ada kejadian-kejadian) tidak toleran.”

Seringai yang tampil selepas jeda maghrib, mereka membawakan hit lintas album, di antaranya Serigala Militia, Mengadili Persepsi hingga Selamanya.

(ELG)

Brandon Urie Sempat Depresi Pertama Kali Ditinggal Personel Panic! at the Disco

Jakarta: Panic! at the Disco adalah grup musik asal Amerika Serikat. Sebelum Brandon Urie menjadi personel tunggal, band ini dibentuk bersama Ryan Ross, Spencer Smith, dan Brent Wilson pada 2004.

Brent Wilson dipecat lebih dulu pada 2006 dan digantikan oleh Jon Walker. Setelah merilis album Pretty, Odd pada 2008, bassist Jon Walker dan gitaris Ryan Ross memutuskan keluar karena Brandon dan Spencer ingin mengubah gaya bermusik Panic! at the Disco. Saat itu, Brandon bercerita ia sempat mengalami depresi.

“Aku mengalami depresi. Aku Terkadang aku tidak ingin meninggalkan rumah dalam beberapa minggu, ujarnya dalam program Neighbourhood of Good, dilansir dari NME.

Jon Walker dan Ryan Ross kemudian membentuk grup musik baru The Young Veins. Duo Brandon Urie dan Spencer kemudian merilis album baru New Perspective.

Dalam masa keterpurukannya, Brandon mendapat dukungan dari sang produser Rob Mathes. Rob mendorong Brandon untuk tetap berkarya.

“Aku datang ke tempat-tempat di mana orang menginginkanku dan hal-hal luar biasa terjadi. Anda tahu apa yang penting? Orang-orang menjadi bahagia,” kata Brandon.

Pada 22 Juni 2018, Panic! at the Disco merilis album studio keenam Pray for the Wicked. Lagu ini dirilis melalui Fueled by Ramen dan DCD2. Salah satu singel hits dalam album ini yaitu High Hopes.

(ELG)

BTS Dianugerahi Lencana Kebudayaan oleh Pemerintah Korsel

Seoul: Grup K-Pop BTS sedang menjadi salah satu pusat perhatian hiburan dunia lewat beragam capaian. Melengkapi prestasi tersebut, ketujuh personelnya menjadi  salah satu penerima anugerah lencana kebudayaan tahun ini dari Pemerintah Korea Selatan.

Seperti dilaporkan Soompi, anugerah ini diberikan dalam perayaan Korean Popular Culture & Arts Award 2018 di Seoul pada Rabu, 24 Oktober. Kim Namjoon (RM), Min Yoongi (Suga), Jung Hoseok (J-Hope), Kim Seokjin (Jin), Kim Taehyung (V), Park Jimin, dan Jeon Jungkook tercatat sebagai penerima lencana kebudayaan termuda di negara tersebut.

Menurut Perdana Menteri Lee Nak-yeon, BTS layak mendapat anugerah ini karena berjasa besar dalam penyebaran budaya dan bahasa Korea ke penjuru dunia. Tujuh personel bergantian memberi pidato singkat. Mereka berterima kasih pada para penggemar, ARMY, serta berbagai pihak yang terlibat dalam proyek-proyek mereka.

“Terima kasih banyak atas medali ini. Kami sering pergi ke luar negeri, banyak orang menyanyikan lagu-lagu kami dalam bahasa Korea dan dengan bangga bercerita bahwa mereka belajar Korea. Itu bikin aku bangga. Kami akan terus mencoba untuk meningkatkan pengetahuan tentang budaya kita,” kata Jin.

Selain BTS, sejumlah musisi dan selebritas yang menerima anugerah serupa antara lain Red Velvet, Guckkasten, Ha Hyun-woo, Son Ye Jin, serta Yoo Jae Suk.

BTS baru saja pulang untuk istirahat dari rangkaian tur musik dunia Love Yourself untuk mempromosikan sejumlah album terbaru. Sejak akhir Agustus, mereka telah menjalani tiga tahap konser di Asia, Amerika Utara, dan Eropa. Pada 13 November nanti, mereka akan melanjutkan tur ke kawasan Asia hingga April 2019.

Pada September lalu, BTS mencuri perhatian dunia karena tampil dalam sidang PBB di New York dan memberi pidato inspiratif atas undangan UNICEF. Dalam pidato itu, RM mengajak kawula muda untuk mencintai diri sendiri dan menyuarakan suara hati.

Belum lama ini, RM sang pentolan grup merilis mixtape kedua berjudul “mono” yang memuat tujuh lagu terbaru. Selain itu, DJ Steve Aoki juga baru saja merilis singel kolaborasi dengan BTS berjudul Waste It on Me.

Kejutan, Steve Aoki dan BTS Kembali Berkolaborasi

Burn The Stage, film dokumenter musik tentang perjalanan BTS, akan tayang di bioskop secara global pada 15 November 2018. Untuk kawasan Indonesia, film ini diedarkan oleh Feat Pictures lewat jaringan bioskop CGV pada 15-17 November.

(ELG)

Tiket Gelombang Pertama Konser “Pamit” Raisa Habis Terjual dalam Waktu 1 Jam

Jakarta: Antusiasme penggemar Raisa untuk menyaksikan konser Raisa: Fermana – Intimate Concert sangat tinggi. Hal itu terbukti dari tiket Batch 1 yang ludes terjual dalam waktu kurang dari satu jam.

Konser ini akan menjadi konser “pamit” Raisa sebelum akhirnya istirahat sejenak dari dunia hiburan. 

“Konser ini dinamai Fermata Intimate Concert, karena Fermata itu artinya hold, pause, a grand pause, atau rest. Itu adalah istilah musik, biasanya digunakan dalam musik klasik, untuk menandakan sebuah momen jeda atau istirahat, sebelu dilanjutkan lagi dengan komposisi mnusik berikutnya,” kata Raisa seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, Rabu, 24 Oktober 2018.

Konser ini melibatkan Marco Steffiano sebagai music director. Dipastikan Raisa akan berkolaborasi dengan Dipha Barus di atas panggung. Mereka baru saja merilis singel baru berjudul My Kind of Crazy.

“Karena penjualan tiket batch 1 itu langsung terjual habis dalam waktu 1 jam saja, pihak Juni Concert pun akan melanjutkan penjualan tiket batch 2 di tanggal 25 Oktober, mulai pukul 10 pagi dan akan terus dijual sampai tiket terjual habis,” tulis Juni Concert dalam keterangan pers.

Tiket dijual dalam enam kategori, Platinum Rp1,650 juta, Yellow Rp1,250 juta, Blue Rp1 juta, Pink Rp800 ribu, Red Rp650 ribu dan Green Rp500 ribu.

Konser akan digelar di The Hall Senayan City, Jakarta, pada 21 November 2018. 
 

(ASA)

Khalid Sudah Lama Dibidik untuk Tampil di Indonesia

Jakarta: Ismaya Group kembali menghadirkan musisi ternama di Indonesia. Kali ini penyanyi muda sekaligus penulis lagu Khalid Donnel Robinson.

Khalid telah lama dibidik sebagai penampil dalam festival Ismaya. Semula, musisi asal Texas tersebut dijadwalkan menghibur penonton dalam We The Fest 2018.

“Kami kalau festival kayak WTF dan On Off ada wishlist tree, lumayan Khalid di nomor 1. Orang ini harus dibawa. Secara timeline sudah konfirmasi WTF, ternyata (available) di Ismaya 15. Sudah tinggal announce, tapi karena kebanyakan tur, (Khalid) capek pingin pulang,” kata Sarah Deshita selaku Brand Manager Ismaya dalam konferensi pers Ismaya 15 di Blowfish, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.

Khalid dipilih karena dirasa memiliki talenta di usia muda. Musisi berusia 20 tahun itu juga dirasa merepresentasikan Ismaya.

Soal riders atau permintaan khusus, Khalid tidak meminta banyak hal. “Riders gampang. Dia juga lagi tur dan butuh sneak peek, international artist lagi jalan-jalan jadi secara riders enggak ribet sama sekali,” kata Sarah.

Selain Khalid, beberapa musisi tanah air penyangga aksi panggungnya yaitu Dipha Barus feat. A. Nayaka, Kallula, Matter Mos, Monica Karina, Nadin serta Ramengvrl. Ada juga Kunto Aji, w.W, Fun On A Weekend & Patricia Schuldtz feat. Bams & Adrian Khalid dan Barasuara.

Festival Ismaya 15 menjadi salah satu puncak acara ulang tahun Ismaya Group yang ke-15. Perayaan ini terbilang spesial mengingat perjalanan yang dimulai sejak 2003 telah mendirikan sejumlah usaha di berbagai bidang.

Celebration ini 15 adalah big number for us. Jadi kami pingin wah banget. Kami ada 24 brand jadi kita mulai dari tahun 2003 which is Blowfish. Pas 15 tahun ke depan kami punya 25 brand, lounge, bar, club, talent agency, Darlin’ Records,” ujar Ayu Paramita, Corporate Public Relations Manager Ismaya Group.

Perayaan ini telah dimulai sejak awal tahun ketika Ismaya merilis A Plate of Dreams, A Spoonful of Hope bersama Yayasan Sahabat Anak dan Arkamaya Culinary School dalam program beasiswa. Hingga saat ini telah terkumpul sekitar Rp500 juta dan telah disalurkan kepada anak-anak dan sekolah kurang mampu di Jakarta.

Harga tiket Ismaya 15 dijual mulai dari Rp700 ribu hingga Rp1,3 juta. Tiket dapat diakses melalui situs Ismaya. Pembelian tiket secara offline dapat dilakukan di beberapa outlet usaha Ismaya seperti Blowfish.

Perayaan Ismaya 15 digelar pada 9 November 2018 bertempat di Istora Senayan Jakarta.

 
(ELG)