Ada apa di balik “10 years challenge”?

Jakarta (ANTARA News) – Seorang praktisi teknologi dari Amerika Serikat, Kate O’Neill berpendapat tantangan yang sedang populer di media sosial “10 Years challenge” bisa saja bertujuan untuk melatih algoritme mesin yang berhubungan dengan teknologi pengenal wajah.

“Saya tidak bermaksud mengklaim meme ini berbahaya. Saya tahu, skenario tentang pengenal wajah ini masuk akal, indikasi bahwa tren ini harus diperhatikan. Perlu diperhatikan kedalaman dan keluasan data pribadi yang kita bagikan tanpa syarat,” tulis O’Neill di laman Wired.

10 Years Challenge ini meminta warganet untuk mengunggah dua foto yang masing-masing berjarak 10 tahun.

Argumen O’Neill, untuk melatih algoritme mengenai facial recognition atau pengenal wajah, dibutuhkan banyak data mengenai karekteristik wajah seiring dengan pertambahan usia.

Mesin bisa saja membaca foto profil yang diunggah ke Facebook, misalnya, namun, cara seperti itu kurang efektif. Pengguna bisa tidak menggunakan wajah mereka di foto profil atau mereka memasang foto yang bukan berasal dari tahun tersebut.

Agar lebih mudah, foto diberi label foto dulu dan sekarang agar mesin dapat mempelajari perubahan yang terjadi di wajah selama 10 tahun.

Cara mengumpulkan sampel penelitian pun dibuat lebih menarik dengan membuatnya sebagai tantangan. Dalam tantangan, orang cenderung mematuhi aturan dengan benar-benar memberikan foto yang berjarak sepuluh tahun.

Baca juga: Hakim tolak gugatan versus Google atas perangkat lunak pengenal wajah

Data yang terkumpul pun akhirnya lebih spesifik, yang benar-benar berjumlah sepuluh tahun. Algoritme pengenal wajah pun sudah terlatih dengan canggih, memanfaatkan tanda pagar yang digunakan dalam tantangan ini, mereka bisa memilah mana sampel yang akan digunakan untuk machine learning.

Misalnya, jika ada foto kucing sepuluh tahun lalu dengan yang sekarang, mesin akan mengabaikannya.

Apakah berbahaya jika foto kita digunakan untuk melatih algoritme mesin?

Menurut O’Neill tidak perlu begitu khawatir. Dia memberikan contoh kasus bagaimana data tersebut digunakan: contoh paling mudah, sedang dan kompleks.

Contoh kasus termudah, teknologi pengenal wajah dapat digunakan untuk mencari anak yang hilang. Jika anak tersebut hilang selama beberapa lama, mungkin akan ada yang berubah dari wajahnya.

Baca juga: Alibaba-Marriot siapkan check in hotel dengan wajah

Algoritme yang memiliki progress pertambahan umur yang terpercaya dapat membantu kasus-kasus seperti ini.

Yang kedua, pengenal usia bisa jadi digunakan untuk iklan target. Diperkirakan akan muncul iklan jenis baru yang melibatkan kamera dan sensor, iklan tersebut akan terkirim sesuai dengan demografi kelompok usia.

Untuk contoh yang lebih kompleks, O’Neill mengambil ilustrasi pengenal wajah secara terkini atau real time yang diperkenalkan Amazon pada 2016 lalu. Mereka menjual teknologi tersebut ke kantor pemerintahan dan penegak hukum.

Meski berguna untuk mengusut kasus kriminal, banyak yang mengkhawatirkan teknologi pengenal wajah juga digunakan untuk melacak orang-orang yang tidak bersalah.

American Civil Liberties Union dan beberapa pemegang saham serta karyawan di Amazon meminta perusahaan menghentikan penjualan layanan tersebut.

Melalui analisisnya tersebut, O’Neill meminta agar pelaku bisnis menggunakan data konsumen dengan sebaik-baiknya, sementara bagi konsumen, mereka juga diminta untuk memperlakukan data secara bijak.

Baca juga: Teknologi pengenal wajah bantu temukan keluarga yang hilang di China

Baca juga: Subway Beijing ujicoba teknologi pengenal wajah pengganti tiket

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Huawei bantah digunakan sebagai mata-mata

Jakarta (ANTARA News) – Pendiri Huawei Ren Zhengfei menolak tuduhan perusahaan tersebut digunakan pemerintah China sebagai mata-mata.

Huawei, diberitakan Reuters, “tidak pernah mendapat permintaan dari pemerintahan mana pun untuk memberikan informasi yang tidak patut”.

“Saya tetap cinta negara saya, saya mendukung partai Komunis, tapi, saya tidak akan pernah melakukan apa pun yang membahayakan negara mana pun,” kata Ren.

Ren dalam wawancara tersebut juga menyatakan dia merindukan anak perempuannya, Meng Wangzhou. Meng Wangzhou, kepala finansial Huawei, ditangkap di Kanada atas permintaan pemerintah Amerika Serikat.

Dia dituduh memberikan informasi yang tidak benar pada bank mengenai peran Huawei terhadap perusahaan yang beroperasi di Iran.

Huawei sejak beberapa waktu lalu dicurigai negara barat karena dianggap menjadi kaki tangan pemerintah China. Amerika Serikat melarang perangkat dari Huawei digunakan di negara tersebut.

Hingga saat ini belum ada bukti yang diungkap ke publik mengenai tuduhan tersebut dan Huawei terus membantah tuduhan tersebut.

Huawei membantah tuduhan digunakan pemerintah sebagai mata-mata, menyatakan “tidak ada undang-undang di China yang meminta perusahaan untuk memasang backdoor (yang dicurigai digunakan untuk memata-matai) wajib”.

Huawei juga menyatakan mereka tidak memiliki masalah keamanan yang serius.

Dia juga meyakinkan bahwa Huawei tidak akan diblokir oleh sejumlah negara untuk jaringan 5G.

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kominfo bantah blokir Mobile Legends akhir Januari

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Komunikasi dan Informatika membantah akan memblokir sejumlah game online seperti yang dimuat dalam sebuah infografis yang mencatut logo kementerian tersebut awal bulan ini.

“Kementerian Kominfo menegaskan bahwa informasi itu tidak benar atau hoaks,” kata Plt. Kepala Biro Humas, Ferdinandus Setu, dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Infografis yang mencatut nama Kominfo tersebut menginformasikan kementerian akan memblokir game mulai 31 Januari. Hoaks game yang akan diblokir dalam infografis tersebut adalah PUBG, Free Fire, Rules of Survival, Fortnite, Creative Destruction, Cross Fire: Legends, Mobile Legends, Arena of Valor, Point Blank Online dan Grand Theft Auto 5.

Menurut Kominfo, hoaks serupa pernah beredar pada 2015 dan 2016 lalu dengan mencatut nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, selain Kominfo.

“Kementerian Kominfo menegaskan bahwa perlindungan terhadap masyarakat dalam penggunaan produk permainan interaktif elektronik memang menjadi perhatian pemerintah,” kata kementerian.

Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Elektronik membuat klasifikasi penggunaan konten berdasarkan kategori dan kelompok usia. Konten dikelompokkan sesuai usia yaitu untuk 3 tahun atau lebih, 7 tahun atau lebih, 13 tahun atau lebih, 18 tahun atau lebih dan kelompok untuk semua usia.

Konten yang berkaitan dengan kekerasan hanya boleh dikonsumsi untuk kategori 13 tahun ke atas dengan batasan tertentu. Konten untuk usia 13 tahun ke bawah tidak boleh mengandung kekerasan.

Kominfo mengimbau masyarakat dapat menyampaikan aduan terkait klasifikasi konten melalui situs igrs.id.

Baca juga: Melaney Ricardo ingin “Mobile Legends: Bang Bang” banyak angkat jagoan asli Indonesia

Baca juga: Jagoan baru “Mobile Legends Bang Bang” terinspirasi Nyi Roro Kidul

Baca juga: Jessica Iskandar senang jadi pengisi suara karakter “Mobile Legends”

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kominfo akan rampungkan kebijakan 5G tahun ini

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan akan merampungkan kebijakan 5G tahun ini.

“Tahun ini harus sudah keluar kebijakannya karena kita mengikuti standar internasional,” kata Menkominfo Rudiantara usai peluncuran data center kedua Alibaba Cloud di Jakarta, Rabu.

Rudiantara mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan alokasi frekuensi 5G yang akan disesuaikan dengan standard internasional.

“Ada beberapa alternatif di tahun ini, tapi kita akan mengikuti international standard,” ujar dia.

Lebih lanjut, Rudiantara menjelaskan bahwa 5G di Indonesia ditujukan untuk consumer dan industri. Namun, dia melihat jaringan 5G akan lebih dulu digunakan di industri.

“Karena di Indonesia industri itu melihatnya secara bisnis, karena teknologi ini relatif lebih mahal. Kalau mereka mendapatkan efisiensi, industri akan ambil,” kata Rudiantara.

Baca juga: Menkominfo berharap showcase 5G dongkrak citra Indonesia

Baca juga: Menjajal WiFi gratis di Kota Tua saat akhir pekan

Menkominfo juga mengaku telah berbicara dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto terkait penggunaan 5G di ranah industri. Namun, penggunaan 5G dinilai masih terlalu mahal untuk consumer.

“Kita kan sekarang 4G speed nya katakanlah 7mb kalau yang 5G bisa 100-200mb, kan 15 kali kecepatannya, mau enggak kita bayar 15 kali? enggak kan? jadi harus ada perhitungan model bisnis, dan itu tergantung economic cost skill,” ujar dia.

“Kalau cuman membangun infrastruktur 5G hanya di sedikit tempat akan jadi mahal, jadi skala ekonomi akan berlaku,” tambah dia.

Tahun lalu, sejumlah operator, yaitu Telkomsel dan XL telah melakukan uji coba di luar ruangan menggunakan frekuensi 28 GHz.

Telkomsel melakukan uji coba indoor dan outdoor frekuensi saat Asian Games 2018, sementara  XL melakukan uji coba 5G di kawasan wisata Kota Tua dengan implementasi kota cerdas untuk mengotomatisasi pengelolaan air, tong sampah, monitoring kota, hingga bike sharing.

Baca juga: Menkominfo akan bantu Go-Jek masuk Filipina

Baca juga: Menkominfo akan perkuat BRTI

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkominfo akan perkuat BRTI

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan akan memperkuat BRTI setelah resmi melantik anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) periode 2018-2020 pada pertengahan Desember lalu.

“Kemarin saya sudah rapat dan minta mereka fokus untuk menangani semua pengaduan masyarakat. Apakah sms atau apa. Kami akan memperkuat BRTI,” kata Menkominfo Rudiantara usai peluncuran data center kedua Alibaba Cloud di Jakarta, Rabu.

Salah satu bentuknya, menurut Rudiantara, adalah dari segi sumber daya manusia.

“Akan lebih banyak lagi orang Kominfo yang jadi staf di BRTI,” ujar dia.

Baca juga: Menkominfo lantik anggota BRTI baru

Selanjutnya, dari sisi alokasi anggaran, yang menurut Menkominfo saat ini dalam penghitungan.

Sementara itu, terkait pengaduan konten, Rudiantara mengatakan bahwa pengaduan kepada BRTI dan pengaduan kepada Kominfo akan diintegrasikan untuk mempermudah masyarakat dalam hal pengaduan konten.

“Harusnya satu, kominfo atau brti pokoknya jangan menyusahkan masyarakat. Saya mengadu urusan Kominfo, urusan BRTI untukproses. Yang penting aduan saya diproses,” ujar Rudiantara.

Baca juga: Menkominfo akan bantu Go-Jek masuk Filipina

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mark Zuckerberg mau bikin acara debat teknologi

Jakarta (ANTARA News) – Seperti orang kebanyakan, Mark Zuckerberg punya resolusi pribadi dalam setiap tahun baru, dan pada 2019 dia merencanakan acara diskusi publik tentang teknologi untuk masyarakat.

“Setiap minggu, saya akan berbicara dengan pemimpin, pakar, dan orang-orang dari komunitas kita yang berasal dari berbagai bidang. Saya akan coba format yang berbeda supaya tetap menarik,” kata Zuckerberg, dikutip dari Reuters.

Acara diskusi terbuka ini akan diadakan melalui akun Facebook Zuckerberg, atau Instagram maupun medium lainnya.

Baca juga: Facebook Messenger kini punya fitur baru untuk selfie dan stiker AR

Zuckerberg mengunggah resolusi pribadinya ini di akun Facebook, dia melakukannya setiap tahun. Tahun-tahun sebelumnya, dia pernah membuat resolusi untuk belajar bahasa Mandarin dan membaca dua buku dalam sebulan.

Akhir Desember lalu, menjelang akhir tahun 2018, Zuckerberg mengunggah resolusinya untuk Facebook yaitu dia ingin membenahi platform jejaring sosial tersebut dari masalah-masalah yang ada saat ini, mulai dari ujaran kebencian hingga intervensi politik melalui media sosial.

Baca juga: Facebook perkenalkan panduan bagi politisi dan partai politik

Facebook untuk mengatasi masalah tersebut sudah membuat pengecek fakta (fact checking) bekerja sama dengan berbagai lembaga, menutup akun dan laman yang mencurigakan, serta memperbaiki sistem mereka agar dapat mengenali akun palsu.

Meski sudah melakukan berbagai upaya, regulator dan legislator di berbagai negara tetap menuduh Facebook tidak cukup berusaha untuk mengatasi problem-problem tersebut.

Baca juga: Apple dan Facebook topang lonjakan Wall Street tertinggi tiga minggu

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2019

98,7 persen BTS beroperasi pascatsunami Selat Sunda

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa Base Transceiver Station (BTS) yang sudah beroperasi normal pascabencana tsunami di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam, telah mencapai 98,7 persen.

“Sampai hari ini, per tanggal 25 Desember pukul 08.00 WIB, 98,7 persen BTS sudah operasional. Beberapa BTS masih down karena menunggu aliran listrik PLN menyala kembali,” ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kominfo Ahmad M Ramli dalam keterangan resmi yang diterima Antara, Selasa.

Sebelumnya, pascaterjangan tsunami pada Sabtu malam sekira pukul 21.33 WIB, sebanyak 4618 dari 4731 atau 97,6% BTS 2G, 3G dan 4G di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lampung Selatan masih beroperasi.

Hanya sebagian kecil BTS (2,4 persen) sempat down karena matinya aliran listrik dan perangkat BTS rusak terkena air saat terjadinya tsunami. Namun demikian, layanan telekomunikasi masih bisa dinikmati masyarakat sekitar karena BTS yang down telah mendapatkan bantuan dari site BTS terdekat. 

“Penyelenggara seluler mengantisipasi matinya BTS dengan menggunakan backup battery dan genset pada setiap site BTS yang terdampak dan melakukan mobilisasi mobile backup power,” kata Ramli.

Lebih lanjut Ramli mengatakan bahwa BTS Indosat yang perangkatnya rusak terkena air sedang dalam perbaikan menunggu perangkat baru. Sedangkan operator seluler XL Axiata melaporkan bahwa mereka membutuhkan genset untuk catu daya BTS.

Sementara itu Hutchison 3 Indonesia atau H3I (Tri Indonesia) melaporkan bahwa satu lokasi BTS mereka di Kabupaten Lampung Selatan belum bisa diakses karena adanya peringatan dari petugas akan adanya kemungkinan air laut pasang.

Guna mengatasi masalah-masalah tersebut, Kominfo telah melakukan sejumlah upaya konkret, di antaranya menerbitkan surat rekomendasi bagi operator untuk mengakses lokasi bencana untuk melakukan upaya recovery, serta melakukan monitoring setiap hari terhadap progress BTS yang down.

Kominfo melalui Direktorat Jenderal PPI juga telah mengirim tim Dit Pengendalian ke lokasi untuk melakukan pengukuran terhadap kualitas layanan seluler (quality of service/QoS) di wilayah terdampak tsunami, dan hasilnya secara keseluruhan layanan telekomunikasi seluler dapat kembali digunakan oleh masyarakat sekitar bencana walaupun BTS belum sepenuhnya pulih 100 persen.

“Dirjen PPI Kementerian Kominfo meminta penyelenggara seluler untuk berupaya secara maksimal memperbaiki BTS-BTS yang masih down sehingga BTS segera normal kembali 100 persen,” ucap Ramli.

Baca juga: Waspada hoaks alat deteksi letusan gunung dan bencana akhir tahun

Baca juga: Kementerian Kominfo sebut sebagian besar layanan seluler berfungsi normal

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pasca tsunami Selat Sunda, hampir seluruh BTS beroperasi

Jakarta (ANTARA News) – Setelah sempat terganggu akibat pesisir Banten dan Lampung diterjang tsunami, hampir seluruh base transceiver station (BTS) atau menara seluler beroperasi penuh saat ini, demikian pengumuman Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

“BTS eksisting atau sekitar 99,1% BTS di Kabupaten Serang, Kabupaten  Pandeglang, Kabupaten Lampung Selatan sudah operasional,” kata Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemkominfo, Ahmad M Ramli, melalui keterangan resmi, Rabu.

Terhitung sejak Selasa (25/12) malam, 4687 BTS dari total 4731 BTS di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lampung Selatan sudah beroperasi kembali. 

BTS lainnya terkendala aliran listrik dan memerlukan perangkat baru untuk operator seluler yang peralatannya rusak terkena gelombang tsunami.

Akses telekomunikasi di sejumlah lokasi yang menaranya masih terkendala dapat diatasi oleh BTS mobile dan sistem sistem perbaikan layanan yang dikerahkan operator.

“Dengan demikian, terdapat tambahan 17 BTS yang operasional dibandingkan dengan posisi 25 Desember pukul 08.00 WIB kemarin,  atau meningkat 69 BTS dibandingkan dengan posisi pada saat awal terjadinya bencana,” kata Ramli.

Sementara itu, Kominfo juga meminta operator seluler untuk mengoperasikan BTS Combat dan genset mobile sebagai pasokan daya cadangan untuk BTS yang belum mendapat pasokan listrik stabil dari PLN.

“Kominfo akan terus melakukan monitoring terhadap progress BTS yang dalam status down dan melakukan pengukuran terhadap kualitas layanan seluler (Quality of Service/QoS),” kata dia.

Akses telekomunikasi menduduki peran yang penting dan strategis dalam situasi bencana, selain untuk komunikasi korban selamat dengan keluarga dan teman-temannya, jaringan telekomunikasi juga berfungsi untuk mendukung evakuasi dan sistem peringatan dini.

Sejumlah lokasi di Banten dan Lampung diterjang gelombang tsunami pada Sabtu (22/12) malam akibat longsor di dasar laut yang dipicu oleh letusan Gunung Anak Krakatau beberapa jam sebelumnya.

Baca juga: 98,7 persen BTS beroperasi pascatsunami Selat Sunda

Baca juga: Kementerian Kominfo sebut sebagian besar layanan seluler berfungsi normal

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Smartfren jamin kualitas jaringan di libur Tahun Baru

Jakarta (ANTARA News) – Operator seluler Smartfren menjamin kelancaran jaringan komunikasi bagi para pelanggannya selama libur Natal dan Tahun Baru dengan menjaga stabilitas dan kualitas jaringan mereka.

“Berbeda dengan bulan Ramadan dan hari raya Lebaran, pada hari raya Natal dan Tahun Baru umumnya lonjakan komunikasi justru terjadi di lokasi tujuan wisata, seperti tempat hiburan serta pusat perbelanjaan,” kata Wakil Direktur Hubungan Pemerintahan dan Industri Smartfren, Munir SP, dalam keterangan pers, Rabu.

Smartfren sejak awal Desember melakukan optimasi jaringan dengan stabilisasi dan peningkatan kapasitas di seluruh rute jalan utama nasional, kota tujuan dan beberpa lokasi wisata yang diprediksi akan mengalami peningkatan traffic.

Smartfren juga melakukan optimasi jaringan di jalan tol penghubung antardaerah.

Operator tersebut juga mengerahkan base transceiver station (BTS) mobile dan tim Task Force untuk terjun ke lapangan saat dibutuhkan.

Selain optimasi jaringan, Smartfren juga melakukan langkah intensive network monitoring selama 24 jam penuh mulai 17 Desember hingga 7 Januari 2019.

Tidak hanya soal teknis jaringan, operator tersebut juga menyediakan produk dan layanan seperti kartu perdana dan paket internet Super 4G Unlimited seharga Rp65.000 yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai layanan digital.

Baca juga: Smartfren jamin kualitas jaringan pada libur Tahun Baru

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Palapa Ring Tengah siap uji coba awal Januari

Jakarta (ANTARA News) – Jaringan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring Paket Tengah sudah selesai dibangun dan siap untuk diuji coba oleh operator pada Januari 2019 mendatang.

“Per awal Januari kita beri uji coba pada operator, selama tiga bulan,” kata Direktur Utama Badan Aksesibiitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI), Anang Latif saat ditemui di diskusi “Merdeka Sinyal 2020” di Jakarta, Kamis.

Setelah uji coba, BAKTI akan mengumumkan tarif layanan untuk menggunakan infrastruktur Palapa Ring Paket Tengah pada Maret tahun depan. 

Menurut BAKTI, sekitar 15-20 operator tertarik menggunakan infrastruktur Palapa Ring Paket Tengah, salah satu faktornya adalah banyak operator yang sudah berjalan di Manado.

Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Sabtu (22/12) lalu mengumumkan Palapa Ring Paket tengah sudah selesai sepenuhnya dan dapat digunakan untuk uji coba.

“Proyek Palapa Ring Tengah telah selesai tuntas 100 persen,” kata Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam keterangan pers, Sabtu.

Palapa Ring Tengah dibangun melintasi  Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara,  terdiri dari kabel serat optik di darat sepanjang 1.326,22 kilometer dan 1.787,06 kilometer kabel laut.

Dengan Palapa Ring Tengah, kota dan kabupaten di wilayah tersebut akan dapat terhubung ke jaringan 4G kecepatan akses hingga 30 megabita per detik. 

Mengenai masalah keamanan, Kominfo menyatakan wilayah yang dilalui Palapa Ring Tengah merupakan jalur bebas gempa.

Palapa Ring merupakan infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi broadband (pita lebar), terdiri dari Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah, dan Palapa Ring Paket Timur. 

Palapa Ring tidak hanya akan menghubungkan seluruh Indonesia dalam jaringan telekomunikasi, tapi, juga akan mengikis perbedaan layanan telekomunikasi antara di Pulau Jawa dengan daerah lain di Indonesia.

Baca juga: Palapa Ring Tengah selesai 100 persen
Baca juga: Kemenkominfo: 2019 semua daerah miliki akses telekomunikasi

Pewarta:
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Catatan akhir tahun – Menanti Palapa Ring sambungkan seluruh Indonesia ke internet

Jakarta (ANTARA News) – Kabar baik untuk infrastruktur jaringan telekomunikasi di Indonesia tahun ini dimulai pada Maret 2018 lalu, Palapa Ring Paket Barat sudah selesai sepenuhnya dapat beroperasi.

Setelah selesai, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibiitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) menggelar uji coba jaringan kepada operator yang berminat selama tiga bulan. Setelah uji coba, pada September lalu BAKTI mengumumkan tarif layanan bagi operator seluler yang ingin memakai kabel serat optik tersebut.

Palapa Ring, proyek jaringan infrastruktur telekomunikasi dengan menggelar kabel serat optik, memiliki misi untuk menghubungkan seluruh wilayah di Indonesia dengan internet cepat. Pembangunan Palapa Ring difokuskan pada daerah tertinggal, terdepan dan terluar atau biasa disebut daerah 3T.

Palapa Ring dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan letak geografis Indonesia, yaitu Paket Barat, Paket Tengah dan Paket Timur. Seluruh paket Palapa Ring ini diharapkan untuk menjangkau 440 kabupaten/kota, dengan total panjang kabel sekitar 13.000 kilometer di darat dan laut.

Palapa Ring Paket Barat
Paket Barat telah selesai sejak Maret lalu, tidak lama kemudian, Kominfo mengadakan uji coba dan mengumumkan tarif layanan bagi operator yang ingin menggelar jaringan di sana.

Direktur Utama BAKTI, Anang Latif menyatakan saat ini sudah ada dua operator yang memanfaatkan Palapa Ring Paket Barat, yaitu Telkomsel dan Smartfren.

“Sudah Telkomsel. Smartfren sudah. Butuh waktu untuk membangun, bagaimana pun, mereka harus terhubung dengan kita di Batam,” kata Anang ditemui di acara diskusi “Menuju Merdeka Sinyal 2020” di Jakarta, Kamis petang.

Meski pun baru dua operator, Anang mengaku sudah ada sekitar 20 operator yang menyatakan minat untuk memanfaatkan Palapa Ring Paket Barat. Dari para peminat tersebut, baru dua operator yang membangun jaringan di Batam agar terhubung dengan Palapa Ring Paket Barat.

BAKTI mengharapkan operator lain akan mengikuti jejak Telkomsel dan Smartfren pada tahun mendatang.

Palapa Ring Paket Barat menjangkau wilayah Riau, Kepulauan Riau hingga Pulau Natuna dengan jaringan laut sepanjang 1.730 kilometer dan darat 545 kilometer.

Palapa Ring Paket Tengah
Palapa Ring Paket Tengah baru saja selesai dibangun per 22 Desember 2018, mencakup kabel serat optik di darat sepanjang 1.326,22 kilometer dan di laut 1.787,06.  Paket Tengah ini melintasi provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, SUlawesi Tenggara dan Maluku Utara.

BAKTI menargetkan uji coba jaringan untuk operator dapat berlansung pada awal Januari 2019 selama tiga bulan. Sama seperti skema untuk Paket Barat, pemerintah akan menentukan tarif layanan Palapa Ring Paket Tengah setelah uji coba.

Palapa Ring Paket Tengah juga tidak kalah diminati oleh operator, menurut BAKTI ada sekitar 15 hingga 20 yang tertarik untuk menggunakan infrastruktur di wilayah ini. Salah satu alasannya karena sudah banyak operator yang beroperasi di Manado.

“Mereka akan mulai menghubungkan (ke jaringan Palapa Ring Paket Tengah),” kata Anang.

Palapa Ring Paket Timur
Proyek Palapa Ring Paket Timur akan menghubungkan wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat dan pedalaman Papua ke jaringan internet cepat melalui kabel serat optik di laut sepanjang 4.426 dan 2.542 kilometer di darat.

Dari ketiga proyek Palapa Ring, hanya Paket Timur yang belum selesai, pada akhir November lalu BAKTI menyatakan sudah terbangun 78 persen. Kondisi geografis di wilayah Timur menyebabkan pembangunan di wilayah ini berjalan lebih lambat dibandingkan dua paket lain.

Faktor keamanan juga turut mempengaruhi pembangunan. Saat perisitwa kekerasan di Kabupaten Nduga beberapa pekan lalu, pembangunan sempat terhenti untuk sementara di lokasi tersebut hingga situasi kondusif.

BAKTI menargetkan Palapa Ring Paket Timur akan selesai pada awal kuarta dua 2019.

“Bulan Maret-April,” kata Anang.

Manfaat Palapa Ring
Daerah 3T menjadi momok bagi operator seluler karena mereka harus mengeluarkan biaya yang mahal untuk membangun infrastruktur di sana. Melalui Palapa Ring, pemerintah berupaya menghadirkan infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi pita lebar (broadband).

Palapa Ring diyakini mampu membantu penyedia layanan seluler dalam penggunaan dana, yang semula disediakan untuk membangun backbone atau tulang punggung dapat dialihkan untuk memperluas akses.

Ilustrasi penggunaannya, operator dapat menarik kabel dari landing station Palapa Ring ke base transceiver station (BTS). 

Pemerintah juga akan menyediakan subsidi bagi operator yang akan memakai kabel serat optik Palapa Ring, untuk mendorong operator yang belum masuk ke wilayah-wilayah cakupan proyek ini.

Keuntungan pembangunan Palapa Ring tidak hanya dirasakan oleh operator seluler, tapi berlaku juga bagi masyarakat, mereka bisa mendapatkan akses ke interet. Pulau Natuna, salah satu wilayah yang masuk ke Palapa Ring Paket Barat, kini mendapatkan jaringan 4G.

Palapa Ring dibangun untuk menjawab masalah kesenjangan akses telekomunikasi, termasuk internet. Sejumlah daerah memiliki tarif internet yang lebih tinggi daripada Jakarta, namun, kecepatan akses belum tentu sama.

Pembangunan infrastruktur jaringan ini diharapkan dapat membuat daerah memiliki akses yang sama terhadap telekomunikasi, begitu juga dengan tarifnya.
 

Oleh Natisha Andarningtyas
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

BAKTI dukung rencana sensor tsunami di Palapa Ring

Jakarta (ANTARA News) – Badan Aksesibiitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika menyambut baik keinginan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk memanfaatkan Palapa Ring sebagai pendukung sensor tsunami di bawah laut.

“Kami mendukung sekali kalau itu bisa terjadi, bagaimana deteksi tsunami,” kata Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, saat ditemui di diskusi “Merdeka Sinyal 2020” di Jakarta, Kamis (27/12).

BPPT mencari solusi untuk peringatan dini gelobang tsunami, yaitu memasang buoy dan di beberapa titik di Indonesia. Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Hammam Riza menyatakan buoy berfungsi mengirimkan sinyal terkini ketika terdapat gelombang tinggi di tengah laut yang diduga berpotensi tsunami.

“Buoy terus menerus mengirimkan sinyal ke pusat monitoring secara aktual, jika ada gelombang yang melewatinya. Semakin tinggi dan kencang gelombang, maka sinyal yang dikirim frekuensi-nya akan semakin rapat dan bisa berkali-kali dalam hitungan detik,” kata Hammam, dikutip dari laman bppt.go.id.

BPPT dan beberapa instansi terkait pernah memasang buoy di Samudera Indonesia, namun, saat ini alat tersebut tidak ada karena aksi vandalisme, seperti diberitakan laman tersebut.

Selain buoy, teknologi Cable Based Tsunameter (CBT) dapat menjadi komplementer untuk deteksi dini dini tsunami. CBT Merupakan kabel bawah laut yang dilengkapi sensor untuk mengukur perubahan tekanan dalam laut yang ekstrim, yang mengindikasikan tsunami.

Sensor akan mengirimkan data melalui satelit kepada pusat penerima data.

Program CBT ini diharapkan dapat beriringan dengan infrastruktur Palapa Ring di laut. Anang mengaku sudah membahas rencana ini dengan BPPT, namun, secara teknis terdapat kendala yang cukup rumit.

Kabel serat optik yang digelar di bawah laut harus diputuskan terlebih dulu agar dapat disambungkan dengan alat pendeteksi tsunami tersebut. Tapi, memutus kabel menimbulkan masalah berupa kualitas jaringan yang menurun.

“Sekarang sedang jajaki, apakah ada teknologi tanpa harus memutus kabel,” kata Anang. 

Rencana ini masih perlu pembahasan terutama menyangkut hal teknis sehingga BAKTI belum bisa menyebutkan kapan pembangunan sensor tsunami ini bisa dilakukan.

Pewarta:
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018